logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Rencana Tol Semarang-Bawen Tetap

  • Atasi Keruwetan di Jalur Tengah

UNGARAN-Pemerintah Kabupaten Semarang akan mempertahankan rute atau ruas jalan tol Semarang-Bawen-Solo tak berubah menjadi Semarang-Grobogan-Solo. Bila gagal, kepadatan dan keruwetan lalu lintas di jalur tengah (Semarang-Bawen) tak akan terselesaikan.

Tak ada jalan lain untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas yang melewati Ungaran, kecuali pembuatan jalan tol atau lingkar. Hal itu disampaikan Bupati H Bambang Guritno dalam percakapan khusus dengan Suara Merdeka akhir pekan lalu. Dia menanggapi rencana Pemerintah Provinsi dan PT Jasa Marga yang mengalihkan rencana jalan tol dibuat paralel dengan rel KA Semarang-Solo.

PT KSI sebagai pemenang tender memang diberi batas waktu sampai akhir Agustus lalu. ''Saya belum tahu pasti apakah pemerintah telah memutuskan membatalkan kontrak itu.''

Sebagaimana diberitakan, untuk membangun jalan tol itu investor IMI Ltd asal Australia mempersiapkan dana 357 juta dolar AS. Penyandang dana belum mau mengucurkan dana ke Jateng bila belum ada jaminan bank garansi dari penjamin (Pemerintah Provinsi, kabupaten dan kota, serta PT Jasa Marga) Rp 150 miliar. Jaminan itu terhambat ketentuan Menteri Keuangan, karena pemerintah provinsi atau kabupaten dan kota tak diperbolehkan mengeluarkan jaminan bank.

Bambang menunjukkan sikap serius untuk segera menyelesaikan keruwetan lalu lintas di daerahnya dengan merencanakan menuntut calon investor bila rencana itu gagal dilaksanakan. ''Kerugian ekonomi dan sosial akibat kemacetan lalu lintas di kabupaten ini cukup besar diderita masyarakat.''

Bila sudah ada kepastian PT KSI batal, dia bersama PT Jasa Marga akan merencanakan mengundang investor baru.

Ruas Bawen-Jambu

Prioritas yang segera diselesaikan adalah ruas Semarang-Bawen, karena kepadatan sudah mencapai 75 kendaraan/menit. Prioritas berikutnya jalur Bawen-Solo. Selain Semarang-Bawen, yang mendesak justru Bawen-Jambu 12 km yang hingga kini merupakan simpul kemacetan jalur ke selatan. Sejak diberitakan beberapa waktu lalu, beberapa calon investor sudah menghubungi dia.

Kepala Dinas Perhubungan Drs Rochani Abdullah MM juga menilai tak ada jalan lain untuk mengatasi kemacetan di tengah kota Ambarawa, kecuali membuat jalan tol. Arus lalu lintas dialihkan ke jalan alternatif hanya dapat mengatasi untuk sementara. Adapun untuk jangka panjang hanya dapat diatasi dengan jalan tol. (C17-76g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA