logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Transaksi PRPP Expo Lebihi Target

  • Serap 900 Tenaga Kerja
TARI MONDOL: Tari Mondol dari Kabupaten Purworejo mengisi penutupan PRPP Expo 2002 kemarin sore. (Foto:Suara Merdeka/G4-76)

SEMARANG-Pameran rutin tahunan di kompleks PRPP Jateng bertajuk PRPP Expo 2002, Minggu (8/9) berakhir. Pameran sejak 10 Agustus itu menghasilkan transaksi Rp 1,6 miliar.

''Jumlah itu termasuk bagus, sebab target kami sebelumnya hanya Rp 1,2 miliar,'' kata Ketua Pelaksana PRPP Expo 2002 Agus Prabowo, seusai acara penutupan, kemarin.

Hadir dalam acara penutupan Wakil Wali Kota Semarang Drs Muchatif Adi Subrata dan sejumlah stakeholder terkait. Upacara penutupan diisi tari-tarian dari Purworejo dan Dewan Kesenian Daerah Jateng (DKJT).

Agus menuturkan persentase transaksi terbesar dari perusahaan atau stan barang konsumtif seperti elektronik, mebel, otomotif, dan makanan. ''Ini menunjukkan daya beli masyarakat Semarang, khususnya pada saat pameran, sudah pulih dibandingkan dengan tahun sebelumnya.''

Pengunjung, lanjut Agus, tahun ini lebih banyak. Hingga Minggu (8/9) sore ada 200.399 pengunjung. Itu tersebut belum termasuk pengunjung pada malam penutupan yang diperkirakan 12.000 orang.

Agus menuturkan penyelenggaraan kali ini juga berdampak positif. Antara lain ada penyerapan tenaga kerja 600 orang untuk pekerja di stan dan untuk kebutuhan intern PT PRPP 300 orang.

''Untuk PRPP kami merekrut dari masyarakat sekitar dan masyarakat lain yang kami tempatkan di bagian parkir, keamanan, dan tiket masuk.''

Mengenai anggapan pelaksanaan masih seperti pasar malam, Agus menyatakan itu sesuai dengan konsep awal. Yakni, pameran memang dikemas dalam suasana pasar rakyat seperti tahun 1996.

''Ternyata konsep ini justru lebih banyak menarik minat pengunjung ketimbang konsep pameran dagang seperti tahun lalu,'' kata dia.

Wakil Wali Kota mengharapkan pelaksanaan pameran bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun. Selain itu PRPP bukan lagi sekadar tempat pameran, tetapi bisa menjadi lokasi pusat hiburan di Semarang.

''Kami akan mendukung, tetapi sistemnya tergantung pada PRPP,'' ujar dia.

Kemarin, meski beberapa stan sudah tutup, pengunjung masih memadati lokasi pameran. Sejumlah stan melakukan perang diskon untuk menarik minat pengunjung. (G2-73g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA