logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

PGRI Siap Jadi Mediator

BANJARNEGARA - Bupati Drs H Jasri ST MM gusar mendengar ada seseorang yang mengaku penasihat spiritualnya. Dia sama sekali tak pernah meminta atau menganggap seseorang sebagai penasihat spiritualnya. ''Kalau yang mengaku seperti itu banyak, jangan ditanggapi. Sebagai orang beragama, kita hanya percaya pada Yang di Atas,'' kata Bupati yang dikutip Kabag Humas Drs Supriyanto kemarin.

Begitu membaca berita (SM 7/9) unjuk rasa para kepala dan guru SD/TK se-Kecamatan Sigaluh, Bupati sangat marah karena objek unjuk rasa mengaitkan pribadinya. ''Bupati tak pernah menganggap dia (Sugito-Red) penasihat spriritual. Kalau mengaku sendiri terserah, dan itu di luar kemauan bupati,'' tegas Supriyanto.

Permasalahan antara Penilik TK/SD Kecamatan Sigaluh itu dengan para kepala dan guru SD/TK se-kecamatan itu akan diselesaikan secepatnya. Tim Dinas Diknas sudah turun menghimpun data lapangan. ''Permasalahannya perlu diklarifikasi kedua belah pihak agar seimbang, sehingga dalam memutuskan tak ada yang dirugikan.''

Ketua PD II PGRI, H Samsudin SPd mengatakan, organisasi profesi ini siap menjadi mediator antara penilik TK/SD dan para kepala/ guru TK/SD. Karena keduanya anggota PGRI, dia menghendaki permasalahan diselesaikan secara proporsional.

Munculnya persoalan itu, karena kurang komunikasi. Persoalan di Kecamatan Sigaluh terakumulasi cukup lama. (A9-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA