logo SUARA MERDEKA

Line
 INDEKS BERITA HARI INI Jumat, 30 Agustus 2002 
Line


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin

INTERNASIONAL

Malaysia Disamakan dengan Nazi Jerman

MANILA - Para pengunjuk rasa di Filipina kemarin membakar gambar PM Malaysia Mahathir Mohamad, setelah koran-koran memberitakan 13 anak warga Filipina tewas dalam operasi terhadap imigran gelap di Kuala Lumpur.

pembatas Serangan Militer ke Irak Kejahatan Besar

BAGDAD -Ramsey Clark, mantan Jaksa Agung AS, mendesak Presiden George W Bush untuk tidak menyerang Irak. Dia mengatakan, serangan militer terhadap Bagdad merupakan ''kejahatan besar terhadap semua hukum internasional''.

pembatas
Yahudi Keberatan pada Sepatu Zyklon

LONDON - Kelompok-kelompok Yahudi kemarin mengungkapkan kemarahannya karena sebuah perusahaan Inggris menjual sepatu olahraga dengan nama seperti gas urat syaraf Nazi. Gas tersebut digunakan untuk membunuh jutaan orang Yahudi dalam Holocaust.

pembatas Israel Terus Tebar Maut di Palestina

SHEIKH IJLEEN - Terbangun oleh gemuruh tembakan tank Israel, Rwaida al-Hajeen hampir tidak punya waktu untuk berlari menuju tiga anak perempuannya sebelum roboh akibat sebuah peluru meriam menghantam rumah musim panasnya di sebuah desa pantai Sheikh Ijleen, selatan Gaza.

pembatas
Remaja Kecanduan Rokok Hanya dalam Waktu 3 Pekan

WASHINGTON - Kaum remaja belasan tahun yang coba-coba merokok, akan kecanduan hanya dalam waktu beberapa pekan. Hal ini sangat mengejutkan, karena para pakar semula mengira seseorang bakal kecanduan setelah bertahun-tahun merokok.

pembatas Di KTT Bumi, Anggota Kongres AS Kecam Keras Pemerintahan Bush

JOHANNESBURG - Seorang delegasi Kongres AS dari kubu Demokrat kemarin menuduh Pemerintahan Bush menggagalkan rencana untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang bersih pada KTT Bumi.

pembatas
Musharraf Bantah Perkokoh Posisi

ISLAMABAD - Presiden Pakistan Pervez Musharraf membantah, perubahan UUD negara itu yang dilakukannya baru-baru ini, dimaksudkan untuk memperkokoh posisinya menjelang pemilu Oktober mendatang.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA