
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Olahraga |
Seleknas Ajang KoreksiBOYOLALI-Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto mengingatkan para penyandang cacat yang akan mengikuti Seleknas Fespic Games VIII Busan, Korea Selatan, untuk mengikuti dan melaksanakan kegiatan dengan penuh disiplin, sportivitas, dan profesioanlisme tinggi. Seleknas itu dapat dijadikan ajang koreksi dan mawas diri untuk menuju pola pembinaan prestasi olahraga nasional yang lebih baik. ''Atlet penyandang cacat hendaknya memanfaatkan peluang ini dengan menunjukan potensi dan kemampuan. Tunjukan ke masyarakat luas dan dunia bahwa kecacatan bukan hal yang perlu diratapi,'' kata dia, saat meresmikan seleknas penyandang cacat di Asrama Haji Donoudan, Boyolali, kemarin. Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Prestasi Hendarto mengatakan, saat ini Indonesia memerlukan atlet tangguh yang memiliki semangat juang tinggi dan tak terkalahkan. Seleknas penyandang cacat untuk Fespic Games VIII 25 Oktober sampai dengan 1 November diikuti 14 perwakilan Badan Pembina Olahraga Cacat dengan 150 atlet. Seleknas dimulai 29 sampai dengan 31 Agustus, dengan mempertandingkan delapan cabang olahaga. Yakni, atletik, menembak, renang, tenis kursi roda, bulutangkis, tenis meja, low ball, dan angkat besi. ''Belum dipastikan berapa atlet yang berangkat ke Busan. Tergantung pada hasil seleknas, '' kata Ketua BPOC Senny Marbun.(P44-22g) |