
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Olahraga |
Agus Murod Langsung DikontrakSEMARANG- Setelah beberapa hari tertunda kedatangannya, pagi kemarin kiper Agus Murod Alfarizi sudah bergabung dengan rekan-rekannya yang sedang berlatih fisik di Stadion Jatidiri. Murod langsung disuguhi latihan fisik cukup berat. Kendati masih ngos-ngosan, kiper asal klub Sport Supaya Sehat (SSS) Semarang yang kii menjadi pegawai di Pemkot Surabaya ini, masih mampu melahap program berupa lari sprint 300, 400 dan 600 meter. ''Fisik Murod bagus, meskipun kelihatan ngos-ngosan. Tapi kalau dibanding fisik I Komang Putra dan Basuki ada perbedaan,'' tutur pelatih fisik PSIS, Janu Ismanto seusai latihan, kemarin. Khusus penjaga gawang, menurut Janu, agak diistimewakan. Mereka dibebaskan dari latihan fisik tahap kedua, yaitu sprint berjarak dua kali lipat. Dari jarak 300 m menjadi 600 m, 400 m berubah menjadi 800 m, kemudian yang 600 m menjadi 1.200 m. ''Program kiper cukup 50 persennya. Tetapi untuk pemain lain perlu mengikuti latihan tahap kedua ini. Seperti yang sering disebut anaerobik, masih kami tambah sprint 30 meter,'' tambahnya. Latihan fisik berat selama lima minggu itu, mempengaruhi penampilan para pemain dalam sesi latihan sore hari. Dikontrak Murod terlambat bergabung dengan PSIS gara-gara dispensasi dari Pemkot Surabaya sebagai tempatnya bekerja belum turun. Setelah dispensasi tersebut clear, dia langsung berangkat ke Semarang. Agus Murod Alfarizi merupakan kiper yang tidak asing lagi. Paling tidak sudah tiga kali berturut - turut membela PSIS, yaitu sejak PSIS juara Divisi I 2000 hingga sekarang. ''Setelah dia membawa surat dispensasi dari Pemkot Surabaya, tanpa kami tawar Murod langsung teken kontrak. Negosiasi sudah kami lakukan sebelumnya,'' tutur Manajer Tim, Yoyok Sukawi kemarin. ''Permintaan Agus Murod masih seperti dulu, jadi tidak pakai tawar-menawar. Tetapi tidak usah disebut nilainya.'' Dia menambahkan, kiper itu masih terikat aturan pegawai negeri. Jadi, jika selama enam bulan berturut-turut tidak ngantor akan terkena sanksi administratif. ''Makanya setiap dua bulan, dispensasi itu harus diperbarui,'' tambahnya. Tentang penambahan pemain, manajemen tidak ikut campur. Semua diserahkan pelatih. Jika pelatih menghendaki, dirinya tidak bisa menolak. ''Pelatih kami beri kesempatan seluas-luasnya. Dia mengajukan pilihan, kami yang melakukan nego.'' (C16-77) |