
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Olahraga |
Dua Sprinter Jateng Diminati JatimSEMARANG-Gaung PON XVI 2004 di Palembang mulai terasa. Atlet-atlet terbaik pun diburu. Dengan harapan, tahun 2003 para atlet yang diincar bisa memperkuat daerah baru dalam babak kualifikasi PON 2004. Dua sprinter terbaik Jateng, Sih Hernawati dan Hermahayu, ditawari hijrah ke Jatim dengan janji menggiurkan. ''Berita itu kami terima saat Kejurnas Atletik di Stadion Madya Jakarta, akhir Juli lalu. Tidak langsung kepada saya, tetapi langsung ke atlet bersangkutan,'' tutur mantan pelatih nasional Drs Efendi, Rabu lalu. Pelatih khusus jarak pendek yang menangani Sih dan Hermahayu ini mengakui tawaran itu berlanjut sampai di Semarang. ''Selain uang transfer dan pekerjaan tetap, keduanya juga dijanjikan mendapat uang pembinaan setiap bulan.'' Seusai latihan di Lapangan Atletik Trilomba Juang, Sih Hernawati mengaku mendapat tawaran dari Jatim dengan iming-iming jaminan masa depan. ''Saya lupa namanya, yang jelas dia manajer tim Jatim. Dia menawari saya uang transfer Rp 50 juta, uang pembinaan Rp 1,7 juta mulai bulan Oktober, dan langsung diangkat sebagai pegawai negeri,'' tutur peraih medali perak PON XV Surabaya ini. Tidak Tertarik Penginapan dan makan juga ditanggung. Dijanjikan Oktober pasti bisa langsung menjadi pegawai negeri, karena bulan itu ada pengangkatan pegawai. ''Bukan hanya dari Jatim. Penawaran cukup bagus juga datang dari Provinsi Bangka Belitung. Saya tak tertarik tawaran itu karena sudah mempunyai pekerjaan tetap,'' kata karyawan BPKD Pemerintah Kota Semarang ini. Hermahayu juga tak berminat. Mahasiswa semester II USM ini masih ingin melanjutkan studi. Lagi pula dia menjadi salah satu atlet dalam proyek Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa, PPLM) untuk cabang atletik. Sih Hernawati merupakan atlet masa depan. Saingannya hanya Irene Yoseph dari Maluku, peraih medali emas PON XV. Catatan terbaik Sih 11,87 detik, sedangkan Irenee 11,84 detik. (C16-22g) |