
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Berita Utama |
Tim Ekonomi Akui Ada Perbedaan Pendapat yang Sulit DijembataniJAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Boediono mengakui adanya perbedaan pendapat di antara para menteri tim ekonomi Kabinet Gotong Royong. Namun perbedaan itu terlalu ditonjolkan media massa, sehingga berbagai persamaan justru tenggelam. ''Perbedaan itu sering muncul dan tidak mudah untuk dijembatani. Caranya hanya dengan membuka hati masing-masing agar perbedaan itu bisa dijembatani,'' kata Boediono ketika membuka diskusi panel membahas RAPBN 2003 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis. Seperti diketahui, sejumlah perbedaan tajam kerap terjadi di antara menteri yang duduk sebagai tim ekonomi. Perbedaan itu seolah-olah mencerminkan kabinet Presiden Megawati tak seiring sejalan. Bahkan banyak pihak, termasuk fraksi PDI-P DPR, sempat mengusulkan perombakan kabinet, terutama tim ekonomi. Boediono menceritakan dirinya pernah ditanya seorang menteri nonekonomi mengenai masalah tersebut. ''Tim ekonomi kok jauh sekali perbedaannya. Salah seorang punya satu pandangan dan kebijaksanaan, padahal yang lain ada perbedaan 180 derajat,'' katanya mengutip ucapan menteri tersebut. Perbedaan, kata dia, pada umumnya muncul menyangkut dua hal. Pertama, dalam menentukan kepentingan jangka pendek dan jangka panjang. Kedua, menentukan mana yang mungkin dilaksanakan dan mana yang sebenarnya tidak terlalu mungkin dilaksanakan dalam konteks tatanan yang ada. Misalnya, soal pengurangan dan pembayaran utang pada persentase tertentu. Konsistensi Berbicara soal kebijakan publik, Boediono mengatakan, pemerintah akan berupaya menjaga konsistensi kebijakan publik dan kredibilitasnya. Ini untuk memberikan ketenangan berusaha bagi para pelaku ekonomi. Pemerintah juga akan memanfaatkan momentum dengan membaiknya beberapa indikator ekonomi untuk dapat memelihara kepercayaan pasar. Menurut Boediono, banyak indikator yang menunjukkan perbaikan, antara lain penguatan nilai tukar rupiah secara konsisten dari sekitar Rp 11.000 menjadi Rp 8.850 per dolar AS dalam beberapa bulan terakhir ini. Selain itu, tingkat inflasi dalam periode Januari hingga Juli 2002 dapat ditekan menjadi 5,31 persen. Tingkat inflasi itu, kata dia, jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 7,7 persen. Di samping itu, suku bunga SBI tiga bulan juga menunjukkan penurunan secara bertahap menjadi 14,93 persen pada Agustus 2002. Boediono mengingatkan, perlunya langkah strategis untuk menjaga kepercayaan pelaku ekonomi. ''Pemerintah akan berupaya memenuhi komitmen dan kewajiban kepada pihak ketiga, membangun sinergi dan memantapkan kerja sama ekonomi bilateral dan multilateral, serta menjaga pengelolaan ekonomi makro secara umum,'' paparnya. Di bidang pendapatan negara, kata dia, pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan pajak dengan menghapus perlakuan pajak yang diskriminatif. Selain itu, ditempuh upaya untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sumber daya alam dan sumber nonpajak lain. (tri-64t) |