logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 30 Agustus 2002 Berita Utama  
Line

Giliran Lima Perawat dan Dokter Diperiksa

SEMARANG-Setelah dekan dan empat mahasiswa Fakultas Peternakan Undip, pengusutan kasus kematian Cisilia Puji Rahayu (19) kemarin diarahkan ke RSUP Dokter Kariadi. Ada lima perawat dan seorang dokter yang dimintai keterangan oleh anggota Unit Bunuh Culik.

Pemeriksaan dilaksanakan di rumah sakit. Aparat reserse belum membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas keterangan yang diberikan keenam petugas RSUP Dokter Kariadi tersebut. Sebab, untuk penanganan kasus di rumah sakit polisi baru dalam tahap pengumpulan data.

"Kami baru melakukan interogasi. Kalau memang sudah diperlukan, kami akan memanggil mereka secara resmi untuk keperluan pemberkasan," kata Kasatserse Komisaris Drs Jafriedi.

Tidak dijelaskan nama lima perawat dan dokter tersebut. Namun, menurut anggota tim yang datang ke rumah sakit, mereka dimintai keterangan sehubungan dengan runutan kejadian yang menimpa Puji Rahayu. Mereka belum menyentuh soal obat-obatan yang diberikan dan hasil diagnosis korban.

"Hasil yang diperoleh belum bisa dijadikan kesimpulan akhir. Pengusutan masih panjang. Kami masih mencari bukti-bukti materiil," kata Jafriedi.

Datangi Poltabes

Orang tua Puji Rahayu, Tubini dan Siti Asrohah, kemarin juga datang memenuhi panggilan Poltabes. Keduanya semula akan diperiksa sehubungan dengan kejadian yang menimpa anaknya. Karena belum siap diperiksa, mereka hanya dimintai keterangan secara lisan.

"Kami akan menunggu mereka sampai siap memberikan keterangan resmi. Namanya juga tertimpa musibah, mereka tentu butuh waktu agar pikirannya bisa tenang," kata penyidik Unit Bunuh Culik.

Marketing RS Dokter Kariadi M Jayadi menuturkan, tim medis sudah melangkah. Hanya lagi-lagi pihak RS hanya menjawab menyerahkan sepenuhnya kepada Direktur Pelayanan dr Tjenol Poeger. Sementara dokter itu tidak bisa dihubungi lewat telepon, meski dicoba berkali-kali. Kendati terdapat nada panggil, tapi tidak diangkat.

"Coba saja hubungi ke Direktur Pelayanan. Semua penanganan masalah ini diserahkan kepadanya," tutur Jayadi.

Apakah yang diperiksa Poltabes termasuk dokter tersebut? Dia menjawab belum bisa memastikan, sebab seharian tidak masuk kantor. Pihak Undip telah menyerahkan pemeriksaan penyebab kematian secara medis kepada rumah sakit. "Untuk urusan medis, kami kurang tepat memberi keterangan. Kita hanya bisa memberi keterangan seputar kegiatan kampus," kata Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc.

Hingga semalam kampus yang menggelar Pekik tersebut belum menerima hasil medis menyangkut meninggalnya mahasiswi baru Puji Rahayu. Diketahui, Puji Rahayu dibawa ke RSUP Dokter Kariadi, setelah mengeluh sakit saat hendak diantar pulang oleh mahasiswa senior Undip Sabtu (24/8). Di UGD mendapat pemeriksaan, lalu diantar pulang.

Namun, sekitar pukul 20.00 dilarikan ke RS itu lagi lantaran kesehatannya terus menurun. Setelah mendapat perawatan internis, Puji Rahayu dibawa ke Ruang Psikiatri 8e.

Menurut Siti Asrohah, orang tua korban, anaknya sempat tidak boleh ditunggui. Bahkan, sewaktu terjatuh tidak bisa langsung masuk untuk memberi pertolongan, hingga sekitar pukul 24.00. Namun, pihak RS menyangkal keterangan itu. Menurut Direktur Utama RSUP Dokter H Gatot Suharto MKes, rumah sakit telah memberikan pelayanan dan pasien boleh ditunggui di dalam ruangan. (D7,G1-64t)


HexWeb XT DEMO from HexMac International


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA