
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Semarang & Sekitarnya |
100 Pedagang ke Lokasi Lama
SEMARANG- Empat ratus pedagang Pasar Waru Indah kini tinggal sekitar 300 orang yang masih bertahan. Selebihnya, sekitar 100 orang diperkirakan kembali ke tempat lama di Pasar Waru (di bawah jembatan Jalan Kaligawe). Akibatnya, tiga buah los yang disediakan untuk mereka kini kosong. Kembalinya ke lokasi lama itu, di samping lantaran khawatir bakal kebanjiran pada musim hujan, juga akibat ketiadaan angkutan umum yang masuk sampai depan Pasar Waru Indah. Dengan demikian, warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi enggan berbelanja ke pasar yang terletak di Kampung Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Gayamsari itu. ''Sebenarnya letak lokasi pasar yang baru dan lama tidak begitu jauh. Namun lantaran tidak dilengkapi dengan prasarana jalan yang memadai, angkuta enggan masuk. Dampaknya, omzet pedagang menurun lantaran pengunjung juga berkurang,'' papar Maschab (40), Ketua Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP) Unit Pasar Waru Indah. Dia berharap, agar pedagang tetap bertahan sampai Pemkot membangun prasarana jalan yang memadai. ''Yang saya takutkan, lama-lama pedagang bisa kembali ke lokasi lama. Nantinya, pemerintah yang repot.'' Beberapa awak angkuta menyatakan tidak mau repot-repot mengantar penumpang sampai di depan pasar. ''Jalan tembus belum beraspal. Bila masuk ke lokasi, kami harus memutar. Lagi pula jarang mendapat penumpang umum di sana, kecuali para bakul,'' ujar Wardi (30), pengemudi angkuta. Seperti diberitakan, mendekati musim penghujan sebagian besar pedagang di Pasar Waru Indah, Sawah Besar, Kelurahan Kaligawe, Gayamsari resah. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya lokasi pasar selalu kebanjiran. Mereka berharap Pemkot segera menguruk lokasi itu. Ongkos Tambahan Maschab berpandangan, sebenarnya jika Pemkot mau membangun, di timur pasar ada jalan yang tembus ke jalan raya, sehingga Daihatsu bisa dengan mudah mengantar penumpang sampai di depan pasar. ''Akibat belum adanya jalan yang memadai, pedagang juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut barang dagangan. Mereka biasanya memanfaatkan jasa becak, ojek, atau mencarter mobil dari perkulakan.'' Kini, jumlah pedagang Pasar Waru Indah tinggal sekitar 300 orang. Mereka menempati 40 kios dan lima los. Tiga los di selatan pasar dan 10 kios dibiarkan kosong. ''Meski jumlah bakul tergolong banyak, sebagian tidak berjualan di sini dalam sehari penuh. Misalnya pedagang sayur-mayur. Jika dagangan masih tersisa, biasanya akan dibawa ke Pasar Waru lama.'' (ss-45j) |