
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Beras untuk Kegiatan AgustusanKENDAL-Warga Desa Rowosari Kecamatan Rowosari memprotes penjualan dan penggunaan beras untuk warga miskin (lazim disebut raskin) untuk keperluan yang tidak semestinya. Kepada DPRD dilaporkan, 7 ton beras yang seharusnya dibagikan gratis kepada warga kurang mampu, ternyata dijual untuk membiayai kegiatan Agustusan. Warga selama dua hari berturut-turut, Rabu dan Kamis, mendatangi Gedung Dewan. Mereka juga memprotes rencana pembangunan pasar desa di lokasi baru, sedangkan pasar lama disebut-sebut akan dibongkar. Menurut keterangan, beras yang dijual itu seharusnya jatah pembagian bulan Mei dan Agustus. Namun, ternyata bahan pokok itu tak sampai kepada mereka yang berhak menerima, karena dijual oleh RT-RT untuk Agustusan. Para pengurus RT yang didengar keterangannya oleh Komisi A menyebutkan, penjualan itu sudah atas kesepakatan warga. Diakui, ada beberapa warga yang keberatan, tetapi mayoritas tidak menolak penjualan raskin. Ketika ditanya tindakan apa yang akan dilakukan berkait dengan kasus tersebut, koordinator eksekutif pada pertemuan dengan Dewan dan warga, yaitu Kabag Tata Pemerintahan Drs Sabtoro, tidak bisa memberikan jawaban tegas. ''Ya mestinya harus mengembalikan, kalau memang kebijakan Bupati begitu,'' kata dia. (C23-71k) |