
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
LSM Forum Desak Dewan Selesaikan PilkadaBREBES- Sejumlah LSM yang tergabung LSM Forum Brebes, Selasa (27/8) mendesak pimpinan Dewan dan ketua-ketua fraksi DPRD untuk segera mencari jalan keluar atas kemelut pilkada yang hingga kini belum terselesaikan. ''LSM Forum yang merupakan bagian dari komponen masyarakat menghendaki pilkada segera dituntaskan. Masyarakat jangan dibuat bingung. Setiap rapat paripurna selalu terjadi tarik-menarik, lalu kapan selesainya,'' ungkap Mahfudin dari LSM Yayasan Masyarakat Akur (Yamaskur). Mahfudin bersama sedikitnya 10 LSM mendatangi Gedung DPRD di Jalan Gajahmada untuk beraudiensi dengan pimpinan Dewan dan ketua-ketua fraksi. Namun pertemuan itu hanya dihadiri Ketua DPRD Sarei Abdul Rosyid SIP, Wakil Ketua HM Nasrudin dan Sunadi Ilham, serta Ketua Fraksi Amanat Persatuan Umat (APU) H Muhajir M Ardian BSc, Ketua Fraksi Karya Massa Agung Widyantoro SH, Ketua Fraksi TNI/Polri Letkol Inf Sarkowi Basya. Dua ketua fraksi lain, H Muhammadin (FPDI-P) dan Drs Achmad Rofiqi (FKB), tidak datang. Padahal, kehadiran mereka ditunggu-tunggu dengan harapan ikut menyelesaikan kemelut pilkada. Ketua DPRD Sarei Abdul Rosyid SIP mengemukakan, undangan audiensi itu termasuk penentuan jadwal pertemuan atas kesepakatan dengan dua fraksi yang tak hadir. ''Hingga pertemuan itu diadakan, ketua FPDI-P dan FKB tak memberikan alasan ketidakhadirannya.'' Pada persiapan awal audiensi dengan LSM, Sarei mengakui sudah berusaha mengundang dan berkoordinasi dengan kedua ketua fraksi tersebut. Tetapi, entah kenapa mereka tak mau datang. Kendati tak datang, Sarei tetap berharap mereka hadir pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan kemudian. Wakil Ketua DPRD HM Nasrudin dengan nada kecewa mengutarakan, pihaknya selaku pimpinan DPRD sudah melakukan langkah-langkah konkret untuk penyelesaian pilkada. Antara lain melalui rapat pimpinan telah melahirkan kesepakatan pengulangan pilkada. Akan tetapi, penyelesaian itu buntu lagi lantaran adanya keberatan kedua fraksi itu. Usulan dialog dari LSM, ungkap Nasrudin, merupakan forum yang bagus untuk membicarakan persoalan yang dihadapi dalam penentuan kepala daerah dan wakil kepala daerah. ''Dialog untuk gendu-gendu rasa, kami rasakan sangat penting sebagai sumbangsih pemikiran dalam menyelesaikan persoalan yang kita hadapi. Namun mereka yang kami rasani tak hadir sehingga persoalan mentah lagi.'' Koordinator Brebes Corruption Watch (BCW) Herfaruk SH menyayangkan ketidakhadiran kedua pimpinan fraksi itu. Dia menganggap, percuma saja pembahasan penyelesaian pilkada tanpa dihadiri dua fraksi terbesar di DPRD. Hal senada disampaikan Duryani dari LSM LPAP, Darsono dari For Red, dan Bahrul Ulum dari Istihaj. Ketua Fraksi KB Drs Achmad Rofiqi dan Ketua Fraksi PDI-P H Muhammadin kemarin belum dapat dihubungi. Sementara itu, anggota Fraksi KB H Slamet Abdullah Nuri BA mengemukakan, dia tak bisa hadir dalam dialog dengan LSM lantaran sedang di luar kota. ''Saya sudah minta izin kepada Wakil Ketua HM Sunadi Ilham,'' ucap Slamet yang juga wakil ketua Dewan. Ketua Fraksi APU H Muhajir M Ardian BSc pesimistis, persoalan pilkada dapat diselesaikan dengan kompromi politik. Satu-satunya jalan penyelesaian adalah dengan menggunakan jalur hukum dengan mengajukan tuntutan hukum atas pelaksanaan pilkada yang tak beres. ''Percuma kompromi pilitik. Beberapa kali kompromi sudah saya lakukan, tapi semua tak menghasilkan apa-apa. Lebih baik pakai jalur hukum untuk mengetahui siapa yang benar.''(wh-17j) |