
| Jumat, 30 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Soal TNMM
Masyarakat Diminta Tak ResahSEMARANG - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jateng, Ir Hertiarto, meminta masyarakat sekitar Gunung Merapi dan Merbabu yang tergabung dalam Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi dan Walhi serta Kappala DI Yogyakarta tak perlu resah. Sebab, rencana pemerintah mencanangkan kawasan Gunung Merapi dan Merbabu sebagai Taman Nasional Merapi-Merbabu (TNMM) tak akan merugikan masyarakat. "Justru dengan TNMM, pemerintah mendorong pengembangan potensi oleh masyarakat. Kepentingan masyarakat tetap kami akomodasi. Pemerintah tak akan menggusur sedikit pun hak masyarakat akan hutan. Kami berjanji tidak akan ada bangunan komersial di lahan yang bukan peruntukannya," tegas dia. Masyarakat sekitar Gunung Merapi (Boyolali, Magelang, Sleman, dan Klaten) yang tergabung dalam Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi mempertanyakan rencana pencanangan TNMM yang akan dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri 17 Oktober. Sebab, Pasag Merapi bersama Walhi dan Kappala DI Yogyakarta mengaku berkali-kali belum mendapat informasi mengenai rencana itu. Ketua Pasag Merapi Suharno SSos mengingatkan pemerintah wajib menjelaskan soal rencana pencanangan TNMM ke masyarakat sampai ke tingkat bawah. Di Selo Jika Merapi dan Merbabu dicanangkan Presiden sebagai taman nasional, dia akan membangun kantor TNMM di Selo, Boyolali. Pemerintah tak akan membangun kantor di Semarang. "Dengan tujuan, masyarakat mudah mengakses apa pun yang berhubungan dengan taman nasional itu. Kami akan menyiapkan sejumlah petugas yang tergabung dalam unit pelaksana teknis (UPT) di kantor itu." Para petugas di kantor TNMM kelak bisa dijadikan sumber informasi masyarakat. Masyarakat juga bisa menyampaikan keluhan atau harapan ke pemerintah soal pengelolaan dan pemanfaatan taman. Kantor itu akan mengelola wilayah seluas 17.509 ha. "Setelah pencanangan TNMM, kami hanya akan membuat zonasi. Antara lain zona inti, zona pemanfaatan, dan zona rimba. Dalam penentuan zonasi kami pasti melibatkan LSM dan tokoh masyarakat. Jadi kami akan berembuk," ujar dia. Dia berprasangka baik bahwa masyarakat resah setelah ada rencana pencanangan TNMM karena keterbatasan informasi. Tahun 2002 adalah Tahun Hutan Internasional. Pencanangan TNMM akan dilakukan bersamaan dengan pencanangan Tahun Ekowisata. (D6-56g) |