
| Rabu, 28 Agustus 2002 | Sala |
Kerja Sama Pemkot-Unicef Ditandatangani Lagi
SOLO-Setelah melalui polemik dan pembahasan panjang, akhirnya Wali Kota Slamet Suryanto menandatangani lagi perjanjian kerja sama Pemkot Surakarta-Unicef dalam bidang pembangunan SDM dini hingga tahun 2005, yang sudah disempurnakan. Penandatanganan dilakukan di rumah dinas Loji Gandrung, disaksikan berbagai pihak terkait, termasuk pimpinan DPRD, kemarin. Pada naskah itu, Kepala Perwakilan Unicef Jateng I Made Sutama membubuhkan paraf. Sebenarnya Wali Kota sudah pernah menandatangani perjanjian serupa di Jakarta, 13 Februari lalu, namun dipersoalkan para wakil rakyat karena belum mendapat persetujuan Dewan. Pada rapat paripurna 8 Agustus lalu Dewan akhirnya menyetujui kerja sama itu, dengan catatan perjanjiannya disempurnakan dan ditandatangani lagi. ''Tak ada catatan khusus dari Unicef atas proses perjanjian dengan Pemkot yang memakan waktu lama. Hal ini merupakan proses pembelajaran, karena badan dunia itu baru kali pertama melakukan kerja sama langsung dengan 41 kota/kabupaten di Indonesia,'' kata I Made Sutama. Disinggung soal waktu pelaksanaan program kerja sama tahun 2002 yang tinggal empat bulan lagi, dia juga menyatakan tidak ada masalah. Mungkin ada hambatan pada implementasi program-program sebagai konsekuensi panjangnya waktu pemberian persetujuan. Tahun Berikutnya Seandainya program yang dituangkan dalam 13 proyek itu belum semuanya rampung dalam tahun 2002, bisa dilanjutkan tahun 2003. Kepala Bappeda Drs Harsoyo Soepodo yang mendampingi Wali Kota menambahkan, sejak penandatanganan perjanjian itu Pemkot akan langsung bergerak. ''Instansi-instansi terkait akan langsung menjalankan 13 proyek yang terangkum dalam lima program kerja sama.'' I Made Sutama menjelaskan, bantuan dari pihaknya per tahun dalam kerja sama pembangunan SDM dini dengan 41 kota/kabupaten itu tak sama. Pihaknya menyediakan dana rutin 50.000 dolar AS/daerah/tahun. Nilai tukarnya sesuai dengan kurs yang berlaku, sedangkan untuk kerja sama tahun ini Pemkot menganggarkan Rp 649.000.000. ''Khusus untuk Solo, pada tahun ini Rp 1 miliar lebih, dan sifat dana itu fleksibel. Artinya, jika ada proyek kerja sama yang ternyata sudah dijalankan sendiri oleh daerah bersangkutan, bisa dialihkan untuk proyek lain sepanjang masih dalam lingkup program yang ada,'' paparnya. Ke-13 proyek yang dikerjasamakan itu antara lain peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak, rehabilitasi, posyandu, dan garam beryodium universal.(D11-42k) | |||||