logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Sala  
Line

Kelangkaan Solar hingga 1 September

  • Setiap SPBU Hanya Dipasok 8 Ton/Hari

SOLO-Kota Solo dan sekitarnya yang memiliki lima puluhan SPBU, dua hari terakhir mengalami kelangkaan solar. Kelangkaan disebabkan oleh pasokan dari Depo Pertamina tidak memenuhi tingkat kebutuhan bagi kendaraan yang menggunakan bahan bakar tersebut.

Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU, kendaraan umum seperti bus ataupun kendaraan lain terpaksa antre untuk mengisi solar di sejumlah SPBU. Terlihat sejumlah bus ataupun kendaraan pribadi, antre di SPBU Balekambang dan Manahan.

Karyawan SPBU Balekambang Andri mengatakan, dalam lima hari terakhir SPBU di Balekambang mengalami kelangkaan akibat pasokan solar dari Pertamina sudah tidak memenuhi kebutuhan.

Dalam dua hari terakhir, SPBU di tempat dia bekerja hanya mendapat pasokan 8 ton/hari. ''Padahal tingkat kebutuhan solar mencapai 32 hingga 40 ton/hari,'' jelasnya.

Menurut informasi, pasokan yang hanya 8 ton/hari untuk setiap SPBU di eks Karesidenan Surakarta sampai 1 September. ''Informasi ini saya peroleh dari mandor solar Pertamina sejak beberapa hari lalu,'' tuturnya.

Dia mengungkapkan, Senin lalu (26/8) pasokan solar yang dikirim pukul 11.00, tiga jam kemudian telah habis. ''Kenyataan semacam ini juga terjadi Selasa kemarin, pasokan yang hanya 8 ton/hari dalam tiga jam habis.''

Kesulitan untuk mendapat bahan bakar itu dialami kru bus Langsung Jaya yang ikut antre di SPBU Balekambang. Seorang sopir bus, Peni, menuturkan, dia antre pukul 05.00 dan baru mendapat solar pukul 11.00.

Terjadinya antrean itu juga dibenarkan sopir bus Rajawali bernama Kris (51). Dia ikut antre di SPBU Balekambang tiga jam lebih.

Pembatasan Kuota

Kepala Depo Pertamina Solo Iljas Kuswono menjelaskan, kelangkaan solar di setiap SPBU di wilayah Surakarta akibat pasokan yang sengaja dikurangi. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah agar pasokan solar tidak melampaui batas kuota yang telah ditentukan setiap tahun.

Kelangkaan solar itu, lanjut dia, bukan karena faktor kesediaan yang menipis. ''Semua itu merupakan kebijakan pemerintah agar tidak melebihi kuota seperti terjadi sebelumnnya,'' ujarnya.

Dia menyatakan, pengeluaran solar di pasaran dalam setahun terakhir melebihi batas kuota hingga 7% pada Juli lalu. ''Jika tidak ada pembatasan pasokan di setiap SPBU, tentunya akan menambah subsidi pemerintah yang telah dianggarkan,'' jelasnya.

(Bersambung hlm XVIII kol 5)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA