
| Rabu, 28 Agustus 2002 | Olahraga |
Morariu Menang dalam KekalahanNEW YORK- Setelah Corina Morariu mampu melepaskan diri dari ancaman kematian akibat penyakit leukemia setahun lalu, kalah dari unggulan teratas Serena Williams dalam putaran pertama AS Terbuka di New York, Selasa WIB kemarin bukanlah sesuatu yang menyakitkan. Wiliams menundukkan petenis senegaranya berusia 24 tahun itu 6-2, 6-3 dalam pertandingan Grand Slam pertama Morariu sejak dia mendengar 15 bulan lalu dirinya terkena kanker darah. ''Saya tidak pernah berpikir akan bisa kembali ke sini,'' kata Morariu seraya mengusap airmata. ''Hari-hari begitu buruk dan segala sesuatu terasa sulit. Anda tidak pernah berpikir akan mampu melakukan sesuatu yang biasa Anda perbuat,'' lanjutnya. ''Penyakit itu terlalu terlambat diketahui. Tenis nomor dua dalam pikiran saya. Yang saya inginkan adalah saya masih mau hidup,'' katanya. Morariu kembali ikut tur WTA satu bulan lalu dan kini masih mengonsumsi obat anti leukemia. Dia pernah dirawat di rumah sakit dan sulit berjalan, namun kehadiran dia di AS Terbuka kali ini merupakan kemenangan besar dan kabar bagus. ''Saya menemukan kenyataan sebelum pergi ke lapangan bahwa tes terakhir dari sumsum tulang saya kembali menunjukkan negatif,'' katanya. ''Kanker itu masih bisa ditoleransi. Itu alasan terbaik untuk merasa gembira.'' Nyaris Tewas Morariu, petenis ganda peringkat atas dunia tahun 2000, menderita kanker darah dan memar-memar Mei tahun lalu. Dalam beberapa hari dia terlalu lemah untuk bisa bangun dari tempat tidur. Dia bahkan dikabarkan nyaris tewas. ''Terdapat hari-hari di mana saya bermain 10 menit, tapi rasanya seperti bertanding 3 1/2 jam,'' kata Morariu. ''Sampai dua bulan lalu saya pikir tidak akan cukup kuat kembali melakukan apa yang ingin saya perbuat.'' Yang dihadapinya dalam pertandingan Grand Slam pertama dalam 18 bulan, tidak tanggung-tanggung, petenis terbaik dunia, juara Wimbledon dan Prancis Terbuka. ''Saya menginginkan undian yang lebih baik,'' katanya. ''Undian ini seperti membuat saya terperosok ke sarang singa. Tapi lebih banyak orang yang berbicara tentang itu, lebih membuat saya senang. Merupakan tahapan hebat bisa kembali bermain.'' Para penonton mengelu-elukan dia dan terus memberi motivasi sepanjang pertandingan yang diakuinya melelahkan namun membanggakan itu. ''Suasananya amat menyenangkan,'' kata Morariu. Saya terkesan terhadap sambutan penonton. Mereka membuat saya bersemangat.'' Unggulan keempat Lindsay Davenport takjub menyaksikan kawannya bisa tampil kembali di lapangan setelah terserang leukemia. ''Yang membuat saya terkejut adalah fisiknya yang amat bagus. Dia terlihat sama kuatnya seperti sebelum sakit,'' kata Davenport. (rtr,F3-77) |