logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Olahraga  
Line

"Timnas U-21 Jangan Cepat Berpuas Diri"

JAKARTA - Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Ronny Pattinasarany mengatakan, keberhasilan tim nasional (Timnas) PSSI U-21 sangat membanggakan dan sekaligus merupakan awal kebangkitan persepakbolaan nasional. Timnas U-21 menorehkan tinta emas setelah membungkam Thailand 2-0 pada final Turnamen Hassanal Bolkiah U-21 ASEAN 2002 di Stadion Negara Hassanal Bolkiah Brunei Darussalam, Senin malam lalu.

Namun Ronny mengingatkan sukses anak-anak asuhan Bambang Nurdiansyah itu hendaknya tak membuat para pemain cepat berpuas diri. Sebaliknya, Indonesia harus bekerja lebih keras lagi di masa mendatang.

Penampilan Johan Prasetyo dkk memang membanggakan. Mereka selalu menang, mencetak 17 gol dan tak pernah kebobolan. ''Saya kira prestasi anak-anak ini patut mendapat acungan jempol, kendati turnamen yang mereka menangi terbilang kejuaraan kecil,'' paparnya.

Meski demikian, masa depan tetap Johan Prasetyo cs perlu dipikirkan. Sebab, tim ini akan menjadi kekuatan Indonesia di masa mendatang.

Gol pasukan Bambang Nurdiansyah dicetak Johan Prasetyo asal PSIS Semarang pada menit ke-21 dan Rahel Tuasalamony dari Persebaya Surabaya di menit ke-74.

Sangat Bahagia

''Saya sangat bahagia karena kita telah memperlihatkan diri sebagai yang terbaik di Asia Tenggara,'' tutur Manajer Timnas U-21 Indonesia Irawadi D Hanafie. Selain membawa pulang trofi Sultan Hassanal Bolkiah, tim menerima uang sebesar 20.000 dolar Brunei.

Pada pertandingan pertama Indonesia menggulung Filipina 10-0, lalu menundukkan Vietnam 1-0, mengalahkan Singapura 2-0 dan mengatasi Thailand 1-0 di partai terakhir Grup B. Pada semifinal, Johan Prasetyo dkk menaklukkan Malaysia 1-0, lantas membekap Thailand 2-0 pada partai puncak. ''Anak-anak bermain luar biasa. Mereka layak dibanggakan,'' kata Irawadi lagi.

Hal senada dilontarkan asisten pelatih Arjuna Rinaldi yang mewakili Bambang Nurdiansyah. Dia menuturkan, kemenangan ini tercipta lewat perjuangan luar biasa.

''Terus terang, saya kaget melihat penampilan anak-anak di final. Mereka bermain luar biasa,'' tutur Arjuna.

Dalam pada itu, penjaga gawang Syamsidar asal Persim Maros terpilih sebagai pemain terbaik. ''Saya bersyukur Indonesia bisa meraih prestasi tertinggi pada turnamen ini. Keterpilihan saya sebagai pemain terbaik bukan karena kemampuan yang luar biasa, tapi berkat kerja sama rekan-rekan lain,'' ungkap Syamsidar. (wgm-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA