logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Berita Utama  
Line

"Saya Terpaksa Menginap di Pompa Bensin"

BERGEROMBOL:Para sopir truk bergerombol di salah satu SPBU Demak. Mereka menunggu pasokan solar dari Pertamina di SPBU itu.(Foto:Suara Merdeka/ss)

SERETNYA pasokan solar ternyata tak hanya membuat sengsara pengusaha angkutan umum dan awak bus, tetapi juga awak truk kontainer dan trai-ler. "Sejak pukul 01.00 kemarin, saya terpaksa menginap di pompa bensin ini. Kini saya masih harus menunggu sampai ada pasokan solar," kata Eriyanto (30), pengemudi truk kontainer, di SPBU depan SMU 1 Demak pagi kemarin.

Eri mengaku truk kontainernya berisi kayu dari Lasem. Dari daerah itu, dia sudah memenuhi tanki BBM truknya 80 liter. Namun, karena banyak muatannya, BBM-nya boros.

"Seharusnya 80 liter cukup untuk perjalanan Lasem-Semarang. Namun, karena kontainernya full muatan, saya terpaksa harus menggunakan gigi presneling dua dan tiga. Akibatnya, mesinnya ngokop solar."

Sebenarnya Eri sudah mengantisipasi dengan mencari solar di SPBU sepanjang perjalanan. Namun mulai dari perbatasan Lasem, Rembang, Juwana, Pati, Kudus, hingga di Demak, tak ada satu SPBU pun yang memiliki pasokan solar.

"Akhirnya saya memutuskan berhenti di SPBU Demak. Kalau saya nekat, nanti bisa kehabisan solar di tengah jalan. Dan mesinnya bisa masuk angin. Malah susah," jelasnya.

Eri menyatakan, seluruh SPBU di sepanjang Jl Raya Lasem-Semarang sudah kehabisan stok solar selama dua-tiga hari. "Ini berarti sudah memasuki hari yang ketiga atau keempat."

Hal senada juga diungkapkan Atman (55). Sejak pagi dia membawa truk kontainer kosong dari Semarang. Namun, sepanjang perjalanan hingga di Demak, tak satu pun SPBU yang memiliki solar, sehingga dia terpaksa berhenti di SPBU Demak.

"Padahal, pukul 08.00 pagi ini (kemarin) saya harus sudah sampai di Jepara. Sebab, mebelnya sudah disiapkan pengusahanya. Rencananya, malam nanti sebelum pukul 20.00 saya harus sudah sampai di Semarang. Karena kapalnya siap berangkat ke Australia," tegasnya.

Menurut dia, kondisi kelangkaan solar sangat menyulitkan pengemudi truk dan kontainer seperti dirinya. Sebab, dia digaji jika bisa mengambil dan mengirim barang pesanan tepat waktu. "Seandainya saya tidak tepat waktu dalam membawa dan mengirim mebel dari Jepara ke Semarang, upah saya Rp 175.000 akan diambil lagi oleh perusahaan. Katakanlah saya hanya kerja bakti."

Sementara itu, beberapa bus mini ban engkel jurusan Semarang-Demak juga banyak yang diparkir di depan atau di dalam pompa bensin di sepanjang jalan raya Demak-Semarang.

"Kemarin masih bisa narik, karena masih ada sisa solar. Tapi sekarang benar-benar sudah habis. Jadi, ya terpaksa menunggu sampai ada solar dari Pertamina," kata Mahmud (26), awak bus mini PO Hikmah Fajar. (Setyo Sri Mar di- ko-60t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA