logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Perbaikan Jalan Provinsi Belum Dimulai Pengerjaannya

GROBOGAN - Perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Grobogan dari perubahan APBD I 2002 belum ada tanda-tanda dimulai. Padahal, anggaran perbaikan Rp 11,1 miliar dari perubahan itu sudah ditetapkan DPRD Jateng bulan lalu.

''Warga Grobogan dan sekitarnya menunggu-nunggu. Sebab, banyak bagian jalan provinsi yang diperbaiki APBD I murni 2002 kini ambles sehingga mengganggu kenyamanan pemakai jalan. Lebih-lebih jalan Purwodadi-Kudus,'' kata Ir Daldiri MT, dosen sebuah perguruan tinggi di Semarang yang sering ulang-alik dari dan ke Purwodadi.

Dia menuturkan perbaikan jalan Purwodadi-Semarang, Purwodadi-Blora, Purwodadi-Kudus, Purwodadi-Solo, dan lain-lain sering tidak tuntas. Alasan yang dikemukakan sejak dulu hingga sekarang adalah anggaran terbatas. Padahal, daerah lain diplot besar.

Sebaliknya jalan di Grobogan yang tingkat kerusakannya jauh lebih parah hanya memperoleh kurang dari Rp 1 miliar untuk setiap ruas.

''Ruas Trenguli-Welahan diplot Rp 10 miliar dari APBD I murni 2002. Tetapi Grobogan rata-rata di bawah Rp 1 miliar. Ini kan tidak adil,'' ujar dia. Dia mengemukakan belasan tahun jalan provinsi di Grobogan tak ditangani secara tuntas. Akibatnya, kerusakan terus bertambah dan kecelakaan meningkat. Dampak yang lain, pembangunan perekonomian pun tertinggal.

Perbaikan jalan provinsi di Grobogan dialokasikan Rp 11,1 miliar melalui perubahan APBD I 2002. Dana itu rencananya untuk perbaikan jalan Purwodadi-Geyer Rp 4,5 miliar, Purwodadi-Jati (Kudus) Rp 2,5 miliar, Gubug-Kedungjati Rp 2,6 miliar, Wirosari-Kradenan Rp 1,5 miliar, dan Godong-Semarang Rp 539 juta.

Angka terakhir ini sudah dikerjakan mendahului penetapan anggaran perubahan, sebab perbaikan dipandang mendesak.

Jalan Purwodadi-Semarang dan Purwodadi-Wirosari rencananya diperbaiki dengan dana ADB 2003 Rp 94 miliar.

Dari sejumlah itu Rp 14 miliar dari pendampingan APBD I 2003. Ketika temu konsultasi dengan Komisi D DPRD Grobogan dengan Dinas PU Bina Marga di Semarang, Komisi D DPRD Jateng menyetujui pendampingan tersebut.

Anggota Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD Jateng Soeprapto (FPDI-P) mengatakan, semestinya Dinas PU Bina Marga sudah melelang proyek peningkatan jalan yang dibiayai dari perubahan APBD I 2002. Sebab, waktu yang tersedia terbatas.

Yakni, tinggal empat bulan terhitung September-Desember 2002. Kalau pekerjaan tak segera dimulai dia khawatir pelaksanaan di lapangan menemui banyak kendala. Bahkan bisa jadi waktu kurang.

Wakil rakyat asal Trowolu, Ngaringan, itu mengaku sering meminta Dinas PU Bina Marga mempercepat perbaikan itu. Sebab, pengerjaan berkesan lambat. Lebih-lebih berkait dengan pengawasan proyek di lapangan.

''Sepanjang yang saya ketahui pengawasan tak optimal, sehingga pekerjaan tak dikerjakan sesuai dengan harapan,'' katanya. Karena itu dia terpaksa mengawasi sepulang dari kerja.

Terutama untuk perbaikan jalan Purwodadi-Blora, Purwodadi-Semarang, Purwodadi-Solo, dan lain-lain. Malah tak jarang dia menunggui sampai jam kerja proyek selesai. (A23-76g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA