
| Rabu, 28 Agustus 2002 | Internasional |
Sopir Taksi Penipu Turis Diusulkan DitembakKUALA LUMPUR - Menteri Pariwisata Malaysia Abdul Kadir Sheikh Fadzir mengusulkan agar para pengemudi taksi yang menipu wisatawan, ditembak mati saja. Dia mencap para pengemudi nakal semacam itu sebagai "pengkhianat dan komunis". Sejumlah media negara itu memberitakan, Selasa kemarin, maraknya aksi penipuan atau pemerasan terhadap para pengguna taksi, khususnya para wisatawan, membuat berang Abdul Kadir. Menteri itu, seperti dikutip koran-koran, mengatakan: "Mereka musuh baru negeri ini, seperti halnya komunis, hingga layak ditembak mati." "Saya tidak bergurau. Ini masalah serius. Bila mereka dapat ditembak, akan lebih baik," katanya, sebagaimana dikutip Berita Harian. Dia mengatakan akan mengusulkan hukuman tembak mati itu kepada para menteri lain (dalam rapat kabinet), tetapi tidak tahu apakah para menteri lain dapat menerima gagasannya. Abdul Kadir mengatakan, kementeriannya juga akan mendesak lembaga yudikatif agar mene-rapkan hukuman lain yang juga keras, seperti hu-kuman penjara dan pencabutan selamanya izin mengemudi taksi. Dia mengomentari sebuah berita yang melaporkan sekitar 70 persen pengemudi taksi Kuala Lumpur (ibu kota Malaysia) cenderung mengambil keuntungan tidak wajar dari para wisatawan, dengan tidak menggunakan argometer atau se-ngaja membawa wisatawan berputar-putar. Meledaknya industri pariwisata Malaysia dicapai setelah kampanye besar-besaran di seluruh Asia dan Timur Tengah. Malaysia mencatat total 12,8 juta wisatawan pada tahun 2001, yakni angka tertinggi pernah dicapai, dan peningkatan hingga 25 persen per tahun, meski sempat mengalami penurunan setelah aksi kamikaze 11 September di AS. (ant-30) |