logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Internasional  
Line

KTT Bumi Johannesburg Punya Peluang Berhasil Lebih Baik

JOHANNESBURG - Pimpinan KTT Bumi PBB kemarin menyangkal bahwa KTT tersebut hanya akan menjadi ajang pembicaraan muluk-muluk. "Konferensi kali ini berbeda," kata Sekjen KTT Bumi, Nitin Desai.

"Fokus KTT saat ini lebih dititikberatkan pada langkah nyata," katanya kepada Radio Afsel, kemarin.

Delegasi berbagai negara bertemu di bawah penjagaan ketat di pusat konferensi di Johannesburg (Afsel), untuk membahas rencana-rencana ambisius guna mengangkat harkat jutaan orang dari kemiskinan.

Desai mengatakan, KTT Bumi di Johannesburg itu punya kesempatan berhasil lebih baik dibanding KTT Rio de Janeiro (Brasil), 10 tahun lalu. Sebab, KTT tersebut dibangun di atas berbagai kesepakatan dua tahun lalu, seperti kesepakatan untuk mengura-ngi hingga separo kelaparan dan kemiskinan pada 2015.

Lebih dari 100 pemimpin dunia dijadwalkan tiba di Johannesburg pada akhir KTT (awal pekan depan), dengan harapan dapat menandatangani "rencana implementasi".

Rencana itu dirancang untuk menyegarkan kembali semangat KTT Rio atas belasan isu, mulai dari dukungan bagi energi yang bersih, perlindungan cadangan ikan, sampai penanggulangan AIDS.

Namun kritikan terhadap usulan-usulan yang lemah dan keputusan Presiden AS George W Bush untuk tidak menghadiri KTT tersebut, meningkatkan kekhawatiran bahwa KTT hanya akan mencapai pengulangan janji-janji yang dibuat tahun-tahun lalu.

815 Juta Kurang Makan

Namun Desai mengatakan, dari tahun ke tahun semakin banyak juru kampanye akar rumput yang terlibat. Para delegasi ke KTT 10 hari itu, yang dibuka Senin lalu, kemarin memfokuskan topik pertanian dan berbagai kerja sama baru.

Para delegasi memperdebatkan cara-cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, guna membantu memenuhi tujuan pengurangan hingga separo tingkat kemiskinan dan kelaparan pada 2015.

Menurut perkiraan PBB, sekitar 1,2 juta orang hidup dalam kemiskinan, atau hanya mendapatkan kurang satu dolar (sekitar Rp 8.500) per hari. Sekitar 815 juta orang digolongkan "kekurangan makan" pada 1997-1999.

Penemuan cara-cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa merusak lingkungan, merupakan tujuan utama KTT Bumi itu.

Prioritas lain adalah kesehatan, air, energi, dan keanekaragaman hayati.

Pembicaraan-pembicaraan kemarin difokuskan pada bidang pertanian. Negara-negara miskin menginginkan pemotongan subsidi pertanian di negara-negara kaya, yang me-rupakan penghalang bagi ekspor berbagai produk negara berkembang, mulai dari tekstil sampai apel.

KTT Bumi Johannesburg diselenggarakan di tengah perkiraan 13 juta orang di wilayah Afrika bagian selatan sangat membutuhkan bantuan makanan, akibat kesalahan fatal manajemen pemerintah dan cuaca yang tidak bersahabat.

Penduduk dunia akan meningkat sampai delapan miliar pada 2030, hingga membebani lingkungan hidup karena harus memberi makan dua miliar mulut lagi dibanding saat ini. Demikian menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).

Badan dunia itu mengatakan, masih ada cukup makanan untuk menghidupi setiap orang.

Kelaparan sering terjadi, karena satu miliar orang tidak punya uang untuk membeli makanan jika panen mereka gagal. (rtr-ms-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA