logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Internasional  
Line

Asia Tenggara Kering hingga November

SINGAPURA - Negara-negara Asia Tenggara masih akan lebih lama didera cuaca kering dan asap kebakaran hutan dari Indonesia, sebelum angin monsun mampu memperbaiki keadaan mulai November nanti, kata para ahli lingkungan di Singapura, Selasa kemarin.

Kebakaran hutan dan pembukaan lahan baru dengan membakar hutan di Sumatera dan Kalimantan, ditambah dengan rendahnya curah hujan akibat fenomena cuaca El Nino, telah menciptakan keadaan berasap di kawasan tersebut selama lebih dari sebulan.

Pada 1997 dan 1998, asap akibat kebakaran hutan Indonesia menyebar ke Singapura dan Malaysia dan menimbulkan kerugian di bidang pertanian, transportasi, dan pariwisata sampai sembilan miliar dolar AS (sekitar Rp 89 triliun).

Dinas Lingkungan Nasional Singapura menga-takan, meskipun El Nino tahun ini relatif lemah, namun asap akan tetap memenuhi kawasan Asia Tenggara sampai Oktober, karena cuaca kering akan menyebabkan kebakaran lebih banyak.

"Kami perkirakan akan ada peningkatan jumlah kebakaran hutan," kata Wong Teo Suan, wakil direktur Bidang Pelayanan di Dinas Lingkungan Hidup Singapura, dalam suatu konferensi pers. "Tapi kondisinya akan berbeda dengan kondisi 1997-1998."

Dinas tersebut mengatakan, foto-foto terbaru hasil jepretan satelit cuaca menunjukkan ada lebih dari 800 titik api di Kalimantan, sebuah pulau besar yang dimiliki Indonesia (sebagian terbesar), Brunei Darussalam, dan Malaysia (Sabah dan Sarawak).

Semestinya Berkurang

"Walau hujan turun di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan dalam dua hari terakhir, hujan tersebut tidak mengurangi banyak titik api," kata dinas tersebut, dalam sebuah pernyataan.

"Cuaca lebih basah diperkirakan akan terjadi paling tidak pada paro pertama pekan ini. Namun curah hujan rendah diperkirakan terjadi di Kalimantan tenggara dan Sumatera bagian selatan. Sehingga wilayah tersebut diperkirakan akan dipayungi kabut asap cukup tebal hingga tipis."

Kebakaran-kebakaran hutan itu seharusnya dapat berkurang saat angin dari baratdaya mulai berge-rak ke arah timurlaut pada November, kata Loh Ah Tuan, dirjen Perlindungan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Nasional Singapura.

"Periode musim hujan timurlaut biasanya membawa ba-nyak hujan, sehingga tampaknya kebakaran hutan dapat berkurang," katanya.

Hujan deras dua hari belakangan di Kalimantan, telah menyapu kabut asap yang menganggu pernapasan penduduk. Namun, petugas pemadam kebakaran tetap terus berupaya memadamkan ratusan kebakaran lainnya.

Seorang pejabat maskapai penerbangan Merpati kepada Reuters mengatakan, maskapai tersebut telah menunda semua penerbangan ke Pontianak dan Palangkaraya selama sepekan, akibat kabut asap.

Penerbangan Merpati ke kota-kota itu berlangsung pagi hari, saat kabut asap sedang tebal-tebalnya. Karenanya, penerbangan harus dibatalkan atau ditunda, mengingat terbatasnya peralatan navigasi Merpati.

Kuala Lumpur Berasap

Walau langit di atas Singapura secara umum bersih dan cerah, namun indeks polusi bulan ini beberapa kali berada di garis antara "baik" dan "sedang".

Dari keadaan-keadaan tersebut, diperkirakan kondisi sedikit lebih buruk akan terjadi September dan Oktober, tetapi masih jauh lebih baik ketimbang tingkat "tidak sehat" pada 1997, saat kabut asap tebal melanda negara itu.

Langit di atas Kuala Lumpur kemarin masih berasap, walau jauh lebih bersih dibanding pertengahan Agustus, saat asap menyelimuti wilayah-wilayah Semenanjung Malaysia.

Ketebalan asap itu mengurangi kemampuan jarak pandang sampai hanya 1,5 kilometer (dari jarak pandang normal 10 kilometer) di Kuala Lumpur.

Musim kemarau mempermudah kebakaran hutan untuk menyebar di luar kendali. Asia Tenggara juga punya kandungan tanah gemuk dalam jumlah besar, yang memungkinkan kebakaran tetap membara sekalipun api telah dipadamkan.

Para ahli konservasi lingkungan sejak dulu mengkritik Indonesia, karena tidak bisa melindungi sumber-sumber alamnya. (rtr-ms-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA