
| Rabu, 28 Agustus 2002 | Ekonomi |
BINCANG BISNISPelanggan Harus Diopeni dan Diuwongke
DI tengah kelesuan ekonomi dewasa ini prospek bisnis sepeda motor masih bagus. Menurut Sugeng Budiawan (50), Direktur Muncul Group, Gombong yang memiliki basis usaha dealer sepeda motor baru dan bekas, pangsa sepeda motor stabil. Ia yang merintis usaha dari bawah dan kini memiliki cabang di Kebumen, dan Purwokerto, serta dealer mobil di Gombong, optimistis atas peluang usahanya. Berikut wawancara dengan pengusaha yang menguasai jaringan pasar di Jateng selatan hingga Jabar itu Benarkah pangsa sepeda motor terpengaruh oleh kelesuan ekonomi? Boleh jadi sedikit terpengaruh. Namun saya menilai saat ini dan di masa mendatang pangsa sepeda motor tetap bagus, apalagi bagi masyarakat di daerah. Mereka kini mulai meninggalkan sepeda ontel. Misalnya di Kebumen, data Samsat menunjukkan tiap bulan mengeluarkan 500 surat sepeda motor baru. Sebaliknya, satu toko sepeda belum tentu bisa menjual 100 tiap bulan. Soal pilihan merek sudahkah kini masyarakat bergeser? Beberapa waktu lalu pasar memang sedikit terpengaruh oleh promosi gencar motor cina yang harganya lebih murah. Namun kini pasar sudah kembali dikuasai sepeda motor produk Jepang. Mengapa motor cina tak mampu bersaing meski menawarkan harga lebih murah? Pertama, konsumen atau masyarakat kita sampai pelosok desa sudah berpikir rasional. Beli motor tentu yang ada jaminan purnajualnya. Jika tidak ada maka bisa repot. Apalagi bagi sebagian besar masyarakat kita membeli sepeda motor itu ibarat membeli emas atau investasi. Mereka ingin jika sewaktu-waktu menjual lagi harganya masih bagus. Nah, motor cina belum mampu memberi jaminan purnajual. Belum lagi kelemahan lain, misalnya suku cadang dan kualitas produk tak sebagaimana yang diharapkan konsumen. Kiat Anda dalam mempertahankan jaringan pasar? Bagi saya, yang pertama harus diopeni dan dihargai adalah pelanggan. Merekalah ujung tombak dan masa depan kita. Jadi, pelanggan tak mungkin dipisahkan dengan kita. Maka saya selalu nguwongke dan memberi pelayanan terbaik buat mereka. Dulu, ketika dealer kami masih di Karanganyar saya punya nadar, jika berhasil maka pelanggan yang datang diberi minum gratis. Ya kini silakan ambil sendiri, mau kopi, teh, dingin, atau air putih .... Mengenai karakteristik pelanggan Anda? Merata dari berbagai macam. Mulai kalangan PNS, pensiunan, pedagang kaki lima sampai tukang ojek. Saya salut pada kegigihan orang-orang kecil, contohnya penjual mi ayam atau tukang ojek. Mereka itu ulet. Kedekatan dengan pelanggan dan masyarakat tampaknya menjadi kunci sukses bisnis Anda Soal itu, biarlah masyarakat yang menilai. Bagi saya, hubungan baik dengan orang lain, apalagi pelanggan tak bisa dibuat-buat. Alami. Misalnya, jika baik hanya saat butuh, maka tidak akan langgeng. Kami berusaha berbuat baik. Soal hasil, biar orang lain yang menilai.(Komper Wardopo-53) | |||||