logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Meski Kecil, Narkoba Masuki Kalangan Pelajar

Hj Dyah Sri Sunaryati

TINDAKAN menangkap penjual dan pemakai daun ganja oleh petugas Serse Polres Pemalang belum lama ini menjadi perhatian ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam gerakan PKK. Kendati sedikit, salah satu jenis narkoba itu sudah masuk dan dinikmati beberapa gelintir pelajar. Terbukti, beberapa tersangka di antaranya berstatus sebagai pelajar.

Tersangka lainnya walaupun bukan pelajar, usia mereka sebaya anak-anak sekolah karena masih belasan tahun. ''Kami mengetahui hal itu dari pemberitaan di koran. Kasusnya memang masih kecil. Tetapi perlu diantisipasi perkembangannya sejak dini,'' kata Ketua Tim Penggerak PKK Pemalang Hj Dyah Sri Sunaryati Machroes, kemarin.

Didorong rasa prihatin itu, dia ingin mengadakan suatu kegiatan yang berfungsi sebagai pencegahan penyebaran narkoba kepada generasi muda dan anak-anak sekolah. Kegiatan dilakukan dengan terjun ke sekolah-sekolah atau ke desa-desa. Adapun yang telah dilakukan adalah dialog tentang bahaya narkoba yang diikuti antara lain anak-anak sekolah, baru-baru ini.

Dialog dengan tujuan agar anak-anak yang buta atau awam terhadap narkoba menjadi tahu. Mereka tahu bukan untuk diperkenalkan dan kemudian ikut mencicipi, melainkan agar tahu bahayanya terhadap jiwa dan kesehatan manusia, sehingga tidak mau mengonsumsi.

''Kami saat itu mengundang pengasuh rubrik konsultasi psikiatri Harian Suara Merdeka, dr H Ismed Yusuf, sehingga peserta mengetahui banyak tentang pengaruh obat psikitropika terhadap tubuh dan jiwa manusia,'' tuturnya didampingi Ketua Dharma Wanita Ny Sri Hardjanto.

Menurutnya, dalam acara itu respons peserta cukup besar, terbukti banyak pertanyaan yang dilontarkan, baik dari kalangan guru maupun siswa. Acara itu juga dapat berfungsi membangkitkan rasa kepedulian terhadap para pecandu narkoba.

Diantisipasi

Selain itu, para peserta diajak mengetahui pola penyebaran obat-obatan psikotropika. Sebab selain dokter, panitia mengundang pula pembicara dari kepolisian, sehingga peserta sedikit banyak mengetahui bagaimana narkoba disebarkan.

Dikatakan, penyebaran narkoba sudah banyak ditunjukkan di media massa atau elektronik, yaitu dengan pola kemasan paket hemat. Bahkan sampai ada yang dijual Rp 3.000, sehingga anak-anak yang uang sakunya kecil dapat membeli.

Bahaya narkoba harus lebih dini diantisipasi. Pemalang sebagai kota kecil yang jauh dari hiruk-pikuk metropolitan tidak mustahil bisa terasuki narkoba apabila tidak dibentengi dari sekarang.

Karena itu, PKK ingin membangkitkan perasaan tersebut kepada ibu-ibu rumah tangga.

Biasanya seorang ibu dekat dengan anak-anak. Kalau ibu tidak memperhatikan dan mengawasi pergaulan anak-anaknya, dampaknya bisa berbahaya. Tetapi tugas itu jangan malah membuat anak benci kepada orang tua, karena merasa pergaulannya dibatasi.

Menurut Ny Dyah, yang terpenting membekali anak dengan ilmu agama. Anak hendaknya sejak dini dibekali hal itu, sehingga tanpa diawasi pun anak-anak sudah bisa mengatur dirinya.

Dia mencotohkan pendidikan mental dan rohani yang diberikan kepada tiga anaknya, ternyata dengan cara itu hasilnya cukup bagus. Kini ketiga anaknya sudah kuliah di Fakultas Kedokteran.(Saiful Bachri-70k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA