logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

123 Rambu Lalin Rusak dan Hilang

KAJEN- Seratus dua puluh tiga rambu-rambu lalu lintas di Kabupaten Pekalongan rusak dan sebagian hilang tanpa bekas. Sejumlah rambu yang rusak itu lantaran termakan usia. Ada pula yang tidak dipelihara dan perlu diperbarui. Sementara itu, rambu yang hilang diduga terjadi akibat ada beberapa oknum usil sengaja mencabut rambu yang dipasang di beberapa tempat, dan ada pula sengaja yang mencabut besi tiang rambu untuk dijual di pasar loak atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Dampak hilang dan rusak sejumlah rambu lalu lintas itu mengakibatkan menurunnya disiplin masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Selain itu juga merugikan pengemudi kendaraan bermotor yang membutuhkan petunjuk jalan atau kondisi jalan terutama di tikungan atau tanjakan jalan.

''Ada rambu yang memberitahukan kelas jalan atau larangan masuk, sudah tidak jelas gambar dan warnanya,'' ujar Kepala Kantor Perhubungan Soemarsono SH yang dihubungi di sela-sela kegiatan HUT Ke-380 Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Dia mengemukakan, untuk mengembalikan kesadaran masyarakat terhadap pematuhan rambu lalu lintas sudah dilakukan dengan berbagai upaya. Antara lain penyuluhan dan memasang rambu-rambu baru pada beberapa poros jalan. Seperti larangan parkir di sepanjang tikungan Jalan Raya Tambor yang merupakan ''jantung'' Kota Kajen sebagai ibu kota Kabupaten Pekalongan, tikungan, dan tanjakan jalan di beberapa lokasi berbahaya serta tempat lain.

Dia mengakui ada sejumlah rambu yang doyong akibat tindakan tangan usil dan bahkan tinggal tiangnya saja. Itu semua terjadi lantaran dulu Kota Kajen masih berstatus sebagai Kota Kecamatan, sehingga perawatan rambu kurang mendapat perhatian. Akan tetapi, setelah ditetapkan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan, semua rambu diperbarui. Bahkan ada jalan yang dulu tak ada rambu, kini perlu dipasang lantaran peningkatan arus lalu lintas yang melintas di jalan itu.

''Pemasangan rambu lalu lintas baru dilaksanakan serempak bertepatan dengan HUT Kabupaten Pekalongan.'' Meski demikian, sudah barang tentu tidak bisa sekaligus terpasang semua di jalan atau tempat yang memerlukan pemasangan rambu.

Pemasangan rambu yang sedang berjalan itu 323 buah, sebagian dipasang di Kota Kajen dan sebagian di beberapa kecamatan serta di jalan-jalan rawan kecelakaan yang meliputi sebelas kecamatan. Dana pembuatan rambu baru itu dianggarkan APBD dalam dua tahap. Tahap pertama 200 rambu, dan tahap berikut 123 rambu dianggarkan dalam APBD setelah perubahan.

Soemarsono mengungkapkan, kebutuhan rambu-rambu lalu lintas di daerah kerjanya banyak. Alasannya, karena daerah kerjanya luas dan meliputi 19 kecamatan serta sebagian daerah dataran tinggi yang jalannya rawan kecelakaan. Sebab itu, di beberapa jalan yang bahaya atau tikungan tajam seperti jalan yang menuju ke Paninggaran, Kandangserang, dan dataran tinggi lain perlu rambu-rambu petunjuk agar sopir berhati-hati saat melintasi jalan itu.(P57-20j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA