
| Rabu, 28 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Paket untuk Balita Bergizi BurukBLORA - Sejumlah pihak membantu mengatasi gizi buruk lebih dari 5.600 balita di Blora. Mereka antara lain PT Perhutani (Persero), PT Telkom Divre (Devisi Regional) IV Jateng-DIY, para pengusaha, TP PKK, PWI, dan wartawan TV. Penyaluran bantuan 6.260 paket biskuit dan telur itu dipusatkan di Desa Temengeng, Kecamatan Sambong, Blora bersamaan dengan program sosial PT Perhutani (Persero) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu dan KPH Blora berupa pengedropan air bersih ke desa-desa pinggir hutan. "Jajaran kesehatan, pengelola posyandu, pengurus dan kader-kader PKK se-Blora kami gerakkan untuk program perbaikan gizi balita," kata Bupati Ir H Basuki Widodo saat menyalurkan bantuan perbaikan gizi dari para pengusaha dan pengedropan air PT Perhutani di Temengeng. Dalam upacara di desa tengah hutan itu diserahkan 5.600 paket bantuan yang dikoordinasi oleh H Susanto Raharjo, ditambah 500 paket serupa dari PT Telkom untuk balita di Kecamatan Jiken. PT Perhutani (Persero) KPH Cepu membantu 55 tangki air (kapasitas 5.000-6.000 liter), masing-masing untuk Desa Temengeng (5 tangki), Tempel (3), Gadu (5), Cabak (5), Jiken (5), Desa Ledok (3), Palon (5), Bangsri (3), Jomblang (4), Desa Kalen (5), Galuk (5), Ngraho (2), Kedungtuban (semua berlokasi di empat kecamatan). RCTI, SCTV, TPI, ANteve dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) juga membantu 50 tangki air. Sosial Ekonomi Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Blora dr Budhi Tjahjanto MM mengemukakan, penyebab utama kekurangan gizi balita selain faktor sosial ekonomi, juga karena sumber daya manusia (SDM) para orang tua yang masih tertinggal. Contohnya, ibu-ibu rumah tangga banyak yang hanya menyusui pagi-pagi dan hanya sesaat, kemudian putranya ditinggal mencari nafkah. Dia mengakui, tenaga kesehatan di Blora tidak mungkin menjangkau semua wilayah di Blora. Hanya berkat bantuan kader-kader PKK, posyandu, dan bantuan para pengusaha itulah, masalah gizi buruk diharapkan bisa diperbaiki dan tidak meluas. Selain itu, Pemkab Blora melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS) Bidang Kesehatan membantu dana perbaikan gizi Rp 1.000-Rp 1.250 balita/hari. (ud-17e) |