logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 28 Agustus 2002 Jawa Tengah - Muria  
Line

Perjudian Merebak, Arena Dangdut Dirazia

JEPARA- Perjudian di Jepara belakangan ini makin merebak. Selain togel, permainan dadu kopyok dan judi rolet juga merambah ke berbagai desa. Penyakit masyarakat itu kian meresahkan, karena kerap disertai peredaran minuman keras.

Para tokoh masyarakat dan ulama tak henti-hentinya mendesak aparat kepolisian dan Pemkab setempat agar memberantas perjudian. Permintaan itu agaknya belum sepenuhnya terpenuhi, karena di berbagai tempat masih dijumpai penjual kupon togel dan minuman berkadar alkohol tinggi.

Pemkab dan aparat kepolisian bukannya diam melihat kenyataan itu. Beberapa kali razia yang dilakukan berhasil menyita sejumlah barang bukti. Merebaknya perjudian di Kota Ukir antara lain dapat dilihat dari penyitaan sejumlah alat judi dan puluhan botol minuman keras Minggu (24/8) malam lalu.

Di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Satuan Khusus (Satsus) Satpol PP yang dipimpin Komandan Satsus Rustamaji menyita sebuah papan rolet, 4 stel alat judi dadu kopyok serta 61 botol minuman keras merek Topi Miring, Double Kiwi, dan congyang.

Papan rolet juga ditemukan di sebuah arena dangdut di Desa Jambu Kecamatan Mlonggo. Ketika razia diteruskan di Tahunan, petugas kembali menyita 4 stel dadu kopyok.

Laporan Masyarakat

Sebelum itu, pihaknya menerima berbagai laporan masyarakat yang menyebutkan pentas-pentas dangdut sering disalahgunakan untuk main judi dan mabuk-mabukan. Dia belum mengetahui siapa pemilik minuman keras dan alat-alat judi itu.

Mengenai judi togel, Kasatserse Polres AKP Teguh Riyanto mengemukakan, polisi telah melakukan berbagai upaya untuk memberantasnya. Sebagai langkah awal, pihaknya menempuh jalan persuasif dengan cara memberikan peringatan keras kepada para penjual togel agar segera menutup usahanya.

Jika tidak ditaati, polisi tak akan ragu menangkap mereka. Menurutnya, langkah itu mulai menunjukkan hasil. Beberapa penjual togel bersedia menutup usahanya.

Selain Pemkab dan kepolisian, DPRD Jepara juga menjadi sasaran kritik berkenaan dengan seretnya pemberantasan judi. Para wakil rakyat dianggap kurang tanggap dalam mencermati aspirasi masyarakat. (G3-70k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Analisis | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA