logo SUARA MERDEKA

Line
 INDEKS BERITA HARI INI Senin, 12 Agustus 2002 
Line


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English| Cybernews | Berita Kemarin

OPINI

TAJUK RENCANA :
Menjaga Eksistensi dan Tradisi PRPP

- Kegiatan yang diberi nama PRPP Expo 2002 itu telah dibuka dengan suatu acara yang cukup meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Tetapi masih adakah geregetnya? Tentu kita tak bermaksud sekadar membandingkan dengan masa-masa lalu ketika PRPP dibuka oleh seorang menteri dengan kemegahan seremoni dan gaung publikasi yang besar.

pembatas TAJUK RENCANA :
Mengharap Suasana Lebih Tenang

- Salah satu keputusan menarik dari ST MPR 2002 adalah perubahan sidang tahun 2003. Ketua MPR Amien Rais menyebutkannya sebagai Sidang Majelis. Pada sidang tersebut Presiden dan Lembaga Tinggi Negara tidak menyampaikan laporan pertanggungjawaban tahunan seperti terjadi pada ST 2001 dan 2002, bukan pula progress report seperti pada ST yang baru saja berlalu.

pembatas
KARANGAN KHAS :
Aktualisasi Pemikiran Bung Hatta
Oleh: Anton A. Setyawan

PERINGATAN seabad kelahiran Bung Hatta tanggal 12 Agustus ini membangkitkan aktualisasi pemikirannya. Sebagai seorang cendekiawan, dia dikenal dengan pemikiran-pemikiran yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Hal ini terbukti dari kontribusinya dalam penyusunan UUD 1945, khususnya Pasal 34, yang menjamin kesejahteraan rakyat.

pembatas KARANGAN KHAS :
Peran Guru dalam Reformasi Sekolah
Oleh: Mungin Eddy Wibowo

LULUSAN bermutu dan berahlak mulia hanya dapat dihasilkan oleh sekolah bermutu. Reformasi sekolah merupakan konsep perubahan ke arah peningkatan mutu pendidikan dalam konteks manajemen mutu berbasis sekolah (MPMBS). Reformasi itu harus mulai diterapkan untuk merespon kondisi pendidikan dewasa ini yang makin terpuruk.

pembatas
SURAT PEMBACA
Helm Standar Belum sesuai Kondisi Rakyat

Sehubungan polisi mengadakan sosialisasi sekaligus tindak lanjut realisasi aturan helm standar (HS), kami menilai hal tersebut belum sesuai kondisi rakyat. Ditinjau dari harga helm minimal Rp 50 ribu, cukup memberatkan rakyat terutama pelajar dan mahasiswa. Dari segi kualitas standar itupun masih rancu, hanya sebatas kira-kira apa yang menjadi tolok ukurnya. Helm tersebut semestinya seperti yang dipakai pembalap. Kalau hanya buatan kini, tidak menjamin keselamatan si pemakai.


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English| Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA