
| Senin, 12 Agustus 2002 | Sala |
HMI Gelar Aksi Tutup Mulut
SOLO- Belasan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sukoharjo, Sabtu (10/8) menggelar aksi tutup mulut di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dalam aksinya itu mereka berkeliling kampus dengan mulut tertutup lakban dan mengusung keranda. Aksi sebagai wujud protes atas kebijakan birokrasi kampus itu mengundang perhatian banyak mahasiswa, bahkan mendapat reaksi Rektor Prof Drs Dochak Latief. Aksi yang berlangsung pada pukul 10.00-12.00 itu diselingi pembacakan sajak yang intinya mengecam rektorat yang melarang aktivis HMI mendirikan posko simpatik di kampus I UMS, beberapa hari lalu. Demo menentang kebijakan rektorat dengan opening art itu berkeliling kampus sambil menabur bunga yang diusung sebagai ''kematian bagi demokrasi''. Reaksi itu, ungkap mereka, sebagai sikap penolakan atas kebijakan birokrasi rektorat yang melarang kegiatan HMI di dalam kampus. ''Kegiatan kami tentang pendirian posko yang dilarang beberapa hari lalu, jelas sekali itu bentuk pemasungan terhadap demokrasi,'' ucap Ketua Bidang Kemahasiswaan HMI Cabang Sukoharjo Budi Gunawan seusai mengelar aksi. Seperti diberitakan (Suara Merdeka, 8/8), aktivis HMI mendirikan posko simpatik di kampus I UMS. Maksud pendirian antara lain untuk menarik simpati mahasiswa baru. Hanya saja, pendirian posko itu mendapat reaksi terutama dari rektorat dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Rektorat secara tegas menolak kegiatan tersebut, dengan alasan HMI bukan kegiatan internal kampus. Bahkan buntut pendirian posko itu, antara aktivis HMI dan IMM terjadi bentrokan. Sementara itu, pengusungan keranda yang dilakukan para aktivis HMI mendapat tanggapan dari Prof Drs Dochak Latief. Rektor meminta HMI untuk menghentikan kegiatan semacam itu. Meski tetap berpegang teguh pada aturan larangan kegiatan eksternal di kampus, petinggi UMS itu berusaha menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. ''Saya tidak ingin masalah demikian menjadi berlarut dan berdampak lebih luas, karena tidak menguntungkan semua pihak termasuk UMS.'' Rektor juga membantah, akan memberikan sanksi terhadap mahasiswanya yang tergabung di HMI.(G11-42j) | |||||