
| Senin, 12 Agustus 2002 | Sala |
Doa Sembuhkan Pecandu Narkoba
SUATU hari di tengah kesibukannya berurusan dengan klien, Prof Dr KH N Marzuki MA MBA termangu-mangu tak percaya, begitu mengetahui jumlah penderita virus HIV dan narkoba yang datang padanya. Dia mengemukakan, dengan kepandaian yang dimilikinya mereka memang dapat disembuhkan. Tapi dia tetap tidak mengerti mengapa jumlah penderita, khususnya narkoba, sedemikian banyak. ''Dalam kurun tiga bulan, khusus penderita narkoba yang datang pada saya seratus tiga puluh empat pasien,'' ungkap Presiden Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) itu di sela-sela seminar tentang penyembuhan dan pencegahan narkoba di Hotel Sahid Kusuma Solo, Minggu (11/8). Karena itu, dia bertekad bulat harus turun tangan mengurusi para penderita narkoba dan mengajak semua komponen masyarakat melakukan hal sama. Sebagai paranormal, dia mengaku mampu mengeluarkan racun narkoba yang telanjur mengeram dalam tubuh seseorang hanya dalam lima menit. Dengan apa? ''Dengan kekuatan doa. Saya sangat yakin kekuatan doa mampu meluluhkan racun itu. Racun itu menguap lewat pori-pori tubuh seperti keringat dan air kencing.'' Itu baru mengeluarkan racun narkoba dari dalam tubuh. Proses penyembuhannya masih berlangsung secara berkala dalam 1,5 tahun. ''Pengeluaran racun baru berupa penyembuhan tahap pertama. Penderita masih bisa ketagihan. Karena itu, dengan minum air putih tentu saja telah saya beri doa satu setengah tahun, insya Allah dia akan sembuh total.'' Bukan hanya itu. Dia berani mengemukakan, ''Saya jamin, penderita yang telah disembuhkan jangankan memakai narkoba, baru melihat dan menyentuh bendanya saja dia akan terserang pusing dan mual.'' Beberapa orang yang ditemui di sela-sela seminar yang mengaku pernah melihat praktik paranormal itu membenarkan pernyataan tersebut. ''Biasanya setelah didoakan Pak Kiai, dari mata penderita narkoba akan keluar air dan tubuhnya berkeringat,'' tutur seorang wartawan sebuah majalah khusus pembedah masalah mistik terbitan Surabaya. Puskesmas Narkoba KH Marzuki membuka praktik di Jakarta. Kedatangannya ke Solo pada Minggu itu selain untuk berbicara pada seminar tentang penyembuhan dan pencegahan narkorba yang memang diselenggarakan IPI bekerja sama Kosgoro, juga melantik kepengurusan IPI Jateng. ''Tekad saya bulat, saya akan mengajak para penyembuh yang masih tersembunyi untuk ikut mengurusi para penderita narkoba. Karena itu, saya telah siapkan cabang-cabang IPI di berbagai provinsi,'' ungkap kiai yang hampir selalu memakai sorban dan pakaian khas Betawi tersebut. Wujud nyata dari tekadnya itu, pendirian puskesmas narkoba di banyak tempat. ''Untuk itu, IPI mengharapkan dukungan banyak pihak untuk mewujudkan puskesmas tersebut. Soal dana bolehlah dari IPI.'' Tentu saja itu sebuah tekad mulia dari seorang paranormal. Bukan tak mungkin tekad tersebut akan mengetuk paranormal serta elemen masyarakat lain untuk ikut menyelamatkan sebuah generasi dari terkaman narkoba.(Saroni Asikin-42j) | |||||