
| Senin, 12 Agustus 2002 | Olahraga |
Prima/Ariawan Gagal di FinalJAKARTA-Petenis asal Salatiga yang memperkuat DKI, Febi Widhiyanto (22), berhasil mempertahankan gelar juara tunggal putra Bea Cukai Terbuka di lapangan gravel Kompleks Gelora Bung Karno, Minggu kemarin. Unggulan pertama ini mengalahkan Hendri Susilo Pramono (DKI) dua set langsung, 7-6 (7-2), 6-3. Selain di nomor tunggal, dia juga berhasil meraih gelar juara ganda berpasangan dengan Hendri Susilo Pramono. Mereka menundukkan petenis asal Tegal, Prima Simpatiaji, yang berpasangan dengan Ariawan Poerboadinoto 6-2, 6-2. ''Target saya memang mempertahankan gelar. Saya tadi main aja, yang penting berusaha tampil bagus. Sebenarnya Hendri bermain ulet. Sebab saya juga menang-kalah kalau main, tapi untuk kali ini saya masih unggul 3-2,'' papar Febi selepas pertandingan kepada Suara Merdeka. Petenis kelahiran Solo, Hendri, dalam pertemuan dengan Febi di Piala Gubernur DKI tahun lalu berhasil menang. Namun kali ini gagal mengulangi sukses. ''Pada set pertama ramai. Tetapi set kedua, tangan saya melepuh dan itu berpengaruh pada pegangan raket. Saya masih bisa main di ganda, meski tidak maksimal,'' katanya. Partai final tunggal putra berlangsung selama 1 jam 53 menit. Set pertama, Febi mengawali servis, tetapi di-break Hendri dan kedua pemain saling mematahkan servis lawan hingga kedudukan 2-2. Pada game kelima, Febi servis lagi dan hold serve. Berikutnya giliran lawannya. Mereka saling kejar angka, hingga terjadi tie break. Febi langung unggul 4-1, 4-2 dan mengunci lawannya 7-3. Di set kedua, kembali alot di awal. Setelah kedudukan sama 2-2, Febi melejit 3-2, 4-2, lalu ditipskan jadi 4-3. Pada kedudukan ini, dia minta medical break. Selanjutnya, dua game berikutnya diselesaikannya hingga skor menjadi 6-3. Atas kemenangan ini, dia berhak mengantongi hadiah uang Rp 7 juta rupiah. Sedangkan Hendri menerima Rp 4 juta. Sandy Gumulya Di bagian tunggal putri, petenis yunior kelahiran Jakarta 2 Oktober 1986, Sandy Gumulya, berhasil meraih gelar juara dalam turnamen untuk senior itu. Di final dia mengalahkan unggulan pertama, Eny Sulistyowati yang juga dari DKI, dengan skor 6-4, 6-3. Keberhasilan itu punya makna ganda bagi putra sulung Rudy Gumulya - Siantiningsih itu. ''Selain menjadi sukses pertama saya di senior, saya juga melakukan revans atas kekalahan saya di semifinal Piala Gubernur Jabar pekan lalu,'' kata Sandy. Dalam final, sebagian besar penonton memang memberikan dukungan kepada anak pertama dari tiga bersaudara itu. Selama pertandingan berlangsung, Sandy sering mempertontonkan permainan cantik. Pukulan forehand flat dan cross sering tak mampu dijangkau lawannya yang sebelumnya difavoritkan bakal juara. Di nomor ganda putri, dia juga berhasil merebut gelar juara ganda, berpasangan dengan Septi Mende. Mereka mengalahkan Mima Chernovita/Irawati Moerid dengan skor 4-6, 6-3, 6-2.(wgm-22t) |