
| Senin, 12 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Banyumas |
Tegangan Listrik Turun, Air PAM MacetBANJARNEGARA - Para pelanggan PDAM di wilayah Kota Banjarnegara mengeluh. Sejak beberapa hari ini, pasokan air bersih ke rumah-rumah tak lancar. Kalaupun mengalir, distribusi air bergiliran pada jam yang tak bisa ditentukan. Puncaknya terjadi hari Rabu lalu. Sejak malam hingga Jumat sore distribusi air minum ke para pelanggan di kota macet total. Warga terpaksa memanfaatkan air sumur dan sungai untuk keperluan sehari-hari. Meski masih ada sumur dan sungai, penduduk warga kota tak bisa mengambilnya. Di musim kemarau ini, kedalaman air sumur di kota lebih dari 7 meter dan keruh, sehingga tak bisa dimanfaatkan minum dan memasak. Koordinator Koalisi LSM Banjarnegara, H Heru S Hartono mengaku heran, kabupaten yang banyak memiliki beberapa sumber air di daerah atas, ternyata belum mampu mendistribusikan air secara lancar ke kota (bawah). Sehingga sering terjadi warga kota kesulitan mencari air bersih untuk memasak dan minum. Kesulitan itu tak cuma di musim kemarau, juga di musim penghujan. ''Di musim kemarau air tak mengalir, PDAM beralasan debit air turun. Ketika musim hujan juga mengalami hal sama". Jika peristiwa semacam itu masih berlangsung, dia menyarankan pemkab agar mengambil sikap menswastakan PDAM. Maksudnya agar pegawai perusahaan itu bekerja profesional dan memperhatikan konsumen. Minta Maaf ''Kami minta maaf. Semua ini masalah teknis. Macetnya distribusi air ke para pelanggan akibat tegangan listrik PLN turun sehingga tak mampu mengoperasikan pompa air,'' kata Dirut PDAM, Khosnol Abu Naim, di ruang kerjanya kemarin. Untuk melayani para pelanggan kota, pihaknya memanfaatkan mata air di Desa Kendaga berkapasitas 20-25 liter/detik dan sarana pengolah air di Desa Sigaluh berkapasitas 30 liter/detik. (A9-47) |