logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Agustus 2002 Jawa Tengah - Muria  
Line

Kompleks AAU Terbuka bagi Umum

YOGYAKARTA - Kompleks Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman kini dinyatakan sebagai kawasan terbuka bagi masyarakat umum.

Masyarakat tidak perlu takut untuk berbagai keperluan memasuki kawasan seluas 65 Ha itu karena sudah dijadikan objek wisata.

Kalau pun ada tempat yang dilarang, kata Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Mohammad Basri Sidehabi SPsi MBA, adalah flat tempat tinggal para Karbol (sebutan untuk Taruna AAU).

Dalam keterangannya kepada wartawan Sabtu lalu (10/8), larangan lainnya diberlakukan terhadap wisatawan asing. ''Sebab, bagaimana pun ini kan institusi militer,'' ujar MB Sidehabi.

Terobosan Sidehabi ini didasari pengalamannya ketika bertugas sebagai Atase Pertahanan di Washington, Amerika Serikat. Di negara Adikuasa itu lembaga pendidikan seperti AAU juga diberlakukan ketentuan sama.

''Tapi, setelah sekitar dua minggu menjabat di sini kok sepi sekali. Tidak ada masyarakat umum yang ke luar masuk,'' katanya prihatin.

Kesan Angker

Mendengar keprihatinan Gubernur AAU, sejumlah wartawan nyeletuk bagaimana kesan ''angker'' untuk bisa masuk kawasan tanpa keperluan yang jelas atau bisa dipertanggung-jawabkan.

''Masuk sini tanpa keperluan yang jelas, dulu Pak, pulang bisa semper (kaki) ibarat kena strom listrik,'' ujar seorang wartawan televisi.

Oleh karena itu, lanjut Sidehabi, mulai sekarang masyarakat silakan datang. Entah untuk melihat sesuatu seperti contoh pesawat (aktif) maupun sekadar untuk melepas lelah. Secara perorangan maupun rombongan, cukup lapor di penjagaan dengan meninggalkan identitas.

Kebijakan Sidehabi itu, karena lembaga yang dipimpinnya milik rakyat. Apalagi, tambahnya, mengutip pernyataan KSAU Marsekal Cheppey Hakim, AAU adalah cermin atau pun showroom TNI-AU.

Dengan dibukanya kawasan AAU, Sidehabi berharap masyarakat akan jadi makin tahu, mengenal dan mencintai AAU khususnya dan TNI-AU umumnya.

''Ini kan aset milik kita semua. Hanya saja tugas pokok pengelolaannya untuk menyelenggarakan pendidikan pertama perwira karir TNI-AU tingkat akademi dipercayakan kepada TNI-AU.

AAU sekarang berawal dari Sekolah Penerbang (Sekbang) yang didirikan pertama pada 15 Desember 1945 oleh Agustinus Adisutjipto. Dari tiga tingkatan yang ada, dididik 565 Karbol.

Sampai sekarang telah meluluskan 3.784 perwira yang tersebar di berbagai jabatan di satuan terkecil hingga kepala staf maupun di BUMN serta departemen-departemen pemerintah.(P58-56)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA