logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Agustus 2002 Jawa Tengah - Muria  
Line

Pestisida Kimiawi Berdampak Negatif

YOGYAKARTA- Hampir semua pestisida yang digunakan dalam perlindungan tanaman merupakan pestisida kimiawi. Selain memberikan kontribusi yang sangat nyata dalam peningkatan produktivitas pertanian, ternyata pestisida kimiawi juga memberikan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan air, terjadinya resistensi hama, hilangnya organisme nontarget, sampai keracunan pada manusia.

Banyak fakta mengenai dampak negatif pestisidsa kimiawi menjadi pengetahuan umum yang sangat disadari. Meski demikian, sampai saat ini belum banyak produk alternatif selain pestisida kimiawi yang dapat dimanfaatkan untuk perlindungan tanaman atau dengan kata lain efektivitas tinggi dari pestisida kimiawi belum dapat ditandingi oleh produk-produk alternatif yang ada sekarang.

Hal itu dikatakan Ketua Pusat Studi Pengendalian Hayati (PSPH) UGM Prof Dr S Margino di sela-sela lokakarya keanekaragaman hayati untuk perlindungan tanaman dengan tema ''Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati untuk Industri Biopestisida'' di Yogyakarta, baru -baru ini. Lokakarya diselenggarakan PSPH UGM, BPPT, Departemen Pertanian, dan Departeman Kehutanan.

Prof Margino mengungkapkan, biopestisida merupakan produk alternatif itu. Produk-produk biopestisida yang bersifat ramah lingkungan dieksplorasi dari tanaman, mikroorganisme atau virus. Ketinggian keanekaragaman hayati yang menjadi keunggulan komparatif Indonesia semestinya dapat diwujudkan menjadi keunggulan kompetitif, salah satunya menjadi produk-produk biopestisida.

Teknologi produksi biopestisida yang mengarah pada industrialisasinya, bukan sesuatu yang sulit namun bukan juga sesuatu yang mudah. (P12-56j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA