
| Senin, 12 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Laboratorium Uji Logam Tak BeroperasiSLAWI- Peralatan laboratorium uji logam di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru Kabupaten Tegal yang menghabiskan dana miliaran rupiah kini terancam tak bisa beroperasi. Penyebabnya, aliran listrik ke gedung laboratorium hingga kini tak tersambung. PLN tak mau memberi sambungan, sebab LIK menunggak biaya pemakaian listrik sekitar Rp 119 juta. Pembangunan laboratorium itu menimbulkan pro-kontra termasuk di kalangan DPRD. Hal itu lantaran biayanya hingga miliaran rupiah. Namun Dewan akhirnya meloloskan, sebab laboratorium itu bila dioperasikan bisa disewakan sehingga mendatangkan pemasukan ke kas daerah. Apalagi konsumennya nanti tidak hanya datang dari daerah setempat tapi juga bisa dari daerah lain di Jateng. Kini peralatan dalam laboratorium itu hampir lengkap. Namun, sudah lama tak bisa dioperasikan gara-gara Unit Pelayanan Teknis (UPT) LIK menunggak pemakaian listrik pada PLN sekitar Rp 119 juta. Kepala Tata Usaha Disperindagnaker Drs Sudardi didampingi Kasubdin Perindustrian Dasuki BE yang juga penanggung jawab LIK membenarkan hal itu. Sudardi mengungkapkan, masalah tersebut memang ruwet. Sebab, tunggakan itu sudah lama. Pada 1997 tunggakan hanya sekitar Rp 34 juta. Karena tak dilunasi, kini membengkak Rp 119 juta. Hal senada diungkapkan Dasuki. Dia mengakui Pemkab memang sudah menyediakan dana untuk pemasangan sambungan listrik baru ke gedung laboratorium. Akan tetapi kelihatannya PLN masih belum mau menyambung, jika LIK belum melunasi tunggakan. Dia prihatin, karena bila tunggakan itu tak segera dilunasi, selain akan mengganggu program LIK juga tunggakan akan kian membengkak. (aj-17j) |