
| Senin, 12 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Pendidikan Multikultur Diperlukan sejak SDMAGELANG- Generasi baru harus diberi keleluasaan untuk mengembangkan persepsi dan konsepsi tentang nasionalisme bagi masa depan secara demokratis dalam rangka mengolah berbagai kondisi kekinian. Tetapi dalam keleluasaan mengembangkan persepsi dan konsepsi baru tersebut, hendaknya reduksi penafsiran dan aplikasinya tidak boleh menyimpang dari nilai dasarnya, nasionalisme multikultural. ''Hal itu perlu ditekankan, karena kesadaran tentang diversitas budaya selama ini kurang diperhatikan,'' ungkap Drs Cahyo Budi Utomo, dosen FIS dan PPS Universitas Negeri Semarang, Kamis lalu. Dalam seminar sehari bertema nasionalisme di Madrasah Aliyah Negeri Sunan Bonang Kota Magelang, dia mengemukakan, pendidikan multikultur perlu diajarkan sejak SD hingga SMU/SMK. Karakter nasionalisme multikultural perlu dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh setiap orang. Bahkan perlu diwariskan serta ditanamkan kepada setiap generasi. Dia mengatakan, penanaman nilai-nilai nasionalisme pada komunitas generasi muda terpelajar, paling sedikit rasionalitas harus menjadi komponen yang menguat dalam kebudayaan mereka sehari-hari. Hal itu perlu dimulai dari pangkal pendirian yang bersedia mentransformasikan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengacu kepada nilai penting, yaitu ontologik, epistemik, dan aksiologik. Penanaman nasionalisme tidak cukup dengan menguatkan idiologi nasionalisme saja, tetapi perlu juga dilengkapi dengan perluasan wawasan kontemporer yang menyentuh dimensi-dimensi kultural. (pr-74j) |