logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Agustus 2002 Jawa Tengah - Muria  
Line

BPR Hidupkan Kembali Sektor Riil

  • Kondisi di Jateng Membaik
PRASASTI:Penandatanganan prasasti Kantor Cabang BPR Arthagraha, di Hotel Puri Asri Magelang. Dari kiri ke kanan Gunawan Lagaida (Komisaris Utama), Ira Puspasari (Komisaris Anggota), Kabid Pengawasan Bank Umum dan BPR BI Cabang Semarang Triselo, Yayuk M Ida Nuraeni SH (Direktur Utama), dan Onggo Purnomo SE (Direktur).(Foto:Suara Merdeka/C14-55)

MAGELANG-Pimpinan BI (Bank Indonesia) Cabang Semarang Bachri Ansjori menilai kondisi BPR (Bank Perkreditan Rakyat) di Jateng membaik. Jumlah yang berpredikat sehat bertambah dari 345 menjadi 362 bank.

''Total aset BPR naik 35,54 % dari Rp 1,26 triliun menjadi Rp 1,71 triliun. Penyaluran kredit juga naik 34,56 % dari Rp 0,98 triliun menjadi Rp 1,31 triliun,'' katanya, Sabtu malam (10/8).

Dalam acara malam syukuran dan ramah tamah yang diselenggarakan PT BPR Hidup Arthagraha Magelang, di Hotel Puri Asri, dia mengingatkan tingkat persaingan BPR kini semakin tinggi dalam mendapatkan nasabah kecil di daerah. Karena bank umum saat ini memperluas jaringan kantornya sampai ke kabupaten. Beberapa BPR yang menyadari hal ini merubah strategi pemasarannya.

Meski demikian, dia meminta BPR jangan berkecil hati, karena bank jenis ini memang diperuntukkan melayani pangsa pasar kecil. Sepanjang pelayanan yang diberikan memuaskan tak akan ditinggalkan nasabahnya.

''Memang perlu kreativitas dan inovasi baru dalam pengembangan produk-produk BPR. Sistem pemberian kredit yang mudah, murah, cepat dan aman, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip kehati-hatian,'' kata dia di depan nasabah BPR Hidup Arthagraha yang memadati aula hotel itu.

Untuk meningkatkan kinerja BPR, ia menyebutkan berbagai kebijakan pemerintah antara lain penyempurnaan ketentuan tentang perizinan BPR, batas maksimum pemberian kredit dan pemberian penjaminan pemerintah terhadap kewajiban membayar BPR. ''Sehingga, masyarakat merasa aman menyimpan uangnya di BPR. Dana itu kemudian disalurkan sektor usaha kecil yang memiliki potensi besar menyerap kredit perbankan,'' kata Bachri dalam sambutan yang dibacakan Kabid Pengawasan Bank Umum dan BPR, Triselo.

Menurut dia, BPR yang sehat dan mampu bersaing akan dapat menghidupkan kembali sektor riil, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi percepatan pemulihan ekonomi. Berbagai kebijakan pemerintah untuk pemulihan fungsi intermediasi perbankan berhasil memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja bank umum maupun BPR di Jateng.

Dirut BPR Hidup Arthagraha Magelang Yayuk Ida Nuraeni SH mengatakan bank yang dipimpinnya memiliki total aset per 7 Agustus 2002 Rp 28,281 miliar dan dikategorikan sebagai bank sehat dengan nilai 98.

Berusaha Menjaga

''Kami akan selalu berusaha menjaga bank tetap sehat dan aman. Apalagi kami ikut pogram penjaminan pemerintah, sehingga dana yang disimpan di BPR Hidup Arthagraha dijamin aman dan dijamin pemerintah,'' tandas dia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan BI Cabang Semarang atas diizinkannya memindahkan kantor cabangnya dari Jalan Raya Temanggung No 6 Secang ke Jalan Pemuda No 61 Kota Magelang.

Bank yang didirikan 10 Oktober 1990 itu memiliki 2 cabang. Kantor cabang yang lain di Salatiga serta satu Kantor Kas di Ruko Prayudan Permai Mertoyudan, sedangkan kantor pusatnya di Jalan Pemuda No 26 Muntilan.

Pimpinan BI Cabang Semarang Bachri Ansjori mengharapkan pindahnya Kantor Cabang ke lokasi yang lebih representatif dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan lingkungan kerja yang produktif bagi karyawan dan nasabah. Juga meningkatkan perannya dalam menyalurkan kredit di daerah ini.(C14-20)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA