logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Agustus 2002 Jawa Tengah - Muria  
Line

Persediaan Pangan di Rembang Cukup

  • Antisipasi Kemarau Panjang

REMBANG - "Pada kemarau tahun ini Rembang tak akan kekurangan pangan. Pokoknya, saya jamin persediaan pangan masih aman," kata Kepala Dinas Pertanian Ir Mariadi, kemarin.

Berdasarkan perhitungan jumlah penduduk, kebutuhan pangan di daerah itu 73.150 ton. Sementara itu, hasil panen padi tahun ini 176.851 ton dari sawah 33,923 ha. "Jadi, kami masih mempunyai kelebihan pangan 103.701 ton. Makanya masyarakat tak perlu khawatir," ujar Mariadi.

Dia mengakui, sekarang banyak lahan pertanian yang mengalami kekeringan. Hal ini dipengaruhi kondisi daerah yang kurang menguntungkan karena rendahnya curah hujan. Selain itu, Rembang tak memiliki sungai besar dan jarang sumber air.

Karena itu, sebagian besar lahan pertanian di daerahnya memiliki status tanah pertanian tadah hujan, sehingga untuk menanam padi harus menunggu musim hujan.

Selanjutnya Mariadi menunjukkan data luas areal pertanian, yakni seluruhnya 28.000 hektare. Perinciannya, tanah irigasi non-PU 623 ha, teknis 4.718 ha, setengah teknis 2.291 ha, sederhana 3.356 ha, dan sisanya 17.612 ha merupakan tanah tadah hujan.

Tentang luas tanah pertanian yang dilanda kekeringan, dia mengatakan, hampir seluruh tanah pertanian yang berstatus tadah hujan mengalami kekeringan sehingga sulit ditanami.

Sebagian Puso

Sekarang tanaman padi walik dami 1.666 ha. Dari jumlah tersebut, 13 ha terkena puso dan 54 ha terancam puso. Tanaman palawija (kacang tanah) yang terkena puso seluas 8 ha dari luas tanam 1.432 ha.

Berdasarkan perkiraan, kekeringan akan berlangsung sampai Oktober. Bila perkiraan itu benar, semua jenis tanaman yang terancam puso tak mungkin bisa diselamatkan.

Peningkatan hasil pertanian selalu terbentur masalah air. Karena itu, Pemkab memprioritaskan pembangunan embung. Tujuannya, mencukupi kebutuhan air petani, terutama yang memiliki lahan pertanian tadah hujan.

Namun sekarang baru tersedia dua embung raksasa, yakni Embung Lodan di Sarang dan Banyukuwung di Sumber. Padahal, idealnya tersedia lima embung raksasa.

Kalau masih kurang, mengapa tak membangun lagi? Mariadi menjelaskan, untuk membangun embung raksasa dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Bahkan daerah seperti Rembang tak mungkin mampu menyediakan dananya.

Sekarang Pemkab mengusulkan proyek pembangunan embung ke Pemprov. "Doakan saja biar usulan Pemkab bisa disetujui," katanya. (jl-17c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA