
| Senin, 12 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Anak Perlu Dibombong agar Tumbuh Baik
BREBES- Banyak anak tumbuh cerdas tapi terlibat perilaku menyimpang seperti terlibat tawuran, narkoba, dan kenakalan remaja lain. Hal itu terjadi karena mereka di rumah tidak dihargai kedua orang tuanya. Seharusnya, mereka dibombong agar tumbuh dengan baik. "Anak selalu mendapat perintah, jangan melakukan ini, jangan melakukan itu, yang semua berbentuk larangan. Itu sangat membahayakan bagi perkembangan anak," ujar Dr Seto Mulyadi Psi MSi, Sabtu (10/8). Berbicara dalam seminar "Tumbuh Kembang Anak Berkualitas" yang digelar Pusat Pengembangan Potensi Anak (PuPPA) PKBI Cabang Brebes, psikolog anak yang dikenal dengan sebutan Kak Seto itu mengemukakan, pada dasarnya anak-anak sebagai generasi unggul akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka memerlukan lingkungan subur dan sehat yang memungkinkan dapat tumbuh optimal. Supaya anak tumbuh wajar, orang tua memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan untuk memotivasi anak agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan pada era globalisasi. Pendidikan anak dapat dimulai sejak bayi. Bayi yang memperoleh berbagai rangsangan mental dalam bentuk pengalaman cenderung memiliki perkembangan jiwa sehat. "Pengalaman itu dapat berupa sentuhan hangat, dekapan, belaian, senandung lagu-lagu merdu atau dongeng-dongeng indah yang dibacakan ibu dalam suasana kasih sayang," ungkap Kak Seto. Perhatian Melihat betapa penting pendidikan anak sejak dini, Kak Seto berharap, para orang tua memberi perhatian lebih kepada anak-anaknya. Hal itu bisa dilakukan dengan memahami anak sebagai individu unik yang memiliki potensi berbeda satu sama lain tetapi saling melengkapi dan berharga. Dia mengemukakan, anak tetap anak bukan orang dewasa ukuran mini. Mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan bila dibandingkan dengan orang dewasa. Mereka juga memiliki dunia sendiri yang khas yang harus dilihat dari kaca mata anak-anak. Menghadapinya, dibutuhkan kesabaran, pengertian, dan toleransi tinggi. "Mengharapkan mereka dapat mengerti sesuatu secara cepat dengan membayangkan anak seperti orang dewasa merupakan tidak bijaksana." Anak-anak justru perlu dibombong, dihargai, dan dipuji dengan kata-kata. Tak perlu memperlakukan anak dengan kekerasan, karena hal itu akan menjadikan matinya kreativitas. Seminar sehari PuPPA PKBI bekerja sama dengan Kantor BKKBN Kabupaten Brebes dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut diikuti 200 peserta guru TK, pengawas TK/SD, tokoh masyarakat, dan organisasi wanita. Ketua PKBI Brebes Imron Adami Adji M Noor menekankan, seminar tersebut merupakan partisipasi PKBI di tengah-tengah masyarakat.(wh-70j) | |||||