
| Senin, 12 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Rumah Adat Kudus Asli Kini Nyaris Punah
KUDUS- Bupati Kudus HMA Munadjat SIP Msi mengungkapkan, rumah adat Kudus asli dengan ukir-ukiran yang dahulu sangat terkenal dan menjadi trade mark Kota Kretek itu sekarang nyaris punah. "Saya tidak tahu persis sekarang jumlahnya tinggal berapa. Informasi yang saya terima, jumlah rumah ukir adat Kudus Asli tinggal satu-dua buah saja. Semua sudah pindah tangan atau dijual pemiliknya ke luar daerah." Secara terpisah Ketua Pengurus Yayasan Masjid Menara Kudus Drs H Eem Nadjib Hasan menjelaskan, rumah adat Kudus asli di kawasan Kudus Kulon memang sudah habis. "Yang baik saya kira tinggal satu rumah saja, milik H Muchit. Sisanya masih ada, tetapi kualitas ukirannya tidak kelas satu," ungkapnya di sela-sela sarasehan daerah "Mencermati Potensi Daerah untuk Pengembangan Kabupaten Kudus Masa Mendatang" yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Kudus Semarang (KMKS) IAIN Walisongo di Hotel Gryptha, kemarin. Pemindahan atau penjualan rumah adat ukir oleh pemiliknya tidak dapat dihalang-halangi. Dan, selama ini Pemkab Kudus hanya sebatas mengimbau agar jangan sampai dijual. Tetapi lantaran soal warisan, biasanya keluarga terpaksa menjual rumah tersebut. Dengan demikian, pembagian waris akan lebih mudah. Rumah adat Kudus asli yang dipajang di Bentara Budaya Jakarta asalnya dari Kudus. Keluarga Cendana dapat memboyong salah satu rumah adat terbaik milik warga Kudus. Diseminarkan Melihat kondisi demikian, Munadjat menyambut baik saat ada ajakan penyelenggaraan seminar tentang rumah adat di Kudus, 10 September mendatang. "Saya belum tahu rencana detailnya, tetapi yang akan diundang adalah daerah-daerah di Indonesia yang memiliki rumah adat." Yang menghadiri seminar itu bukan hanya dari Jawa, melainkan juga dari Sumatera dan Kalimantan. Dampak seminar tersebut sangat bagus bagi Kudus. Rumah adat Kudus tentunya tidak hanya yang memiliki ukiran sangat bagus, seperti dahulu banyak dijumpai di Kudus Kulon. Tetapi juga yang ada di pedesaan, meski tidak dihiasi ukiran sebagus yang di Kudus Kulon. Ukiran yang bagus menunjukkan strata pemiliknya. Dalam seminar nanti juga akan dibahas, bagaimana merawat rumah adat yang benar dengan menggunakan ramuan asli Indonesia. Khusus untuk rumah adat Kudus asli yang memiliki ukiran bagus, diakui sekarang sulit dijumpai lagi. Dengan adanya seminar nanti, sekaligus diharapkan dapat mendata ulang untuk mengetahui yang masih tersisa. Rumah adat Kudus asli, ujar M Djali yang kolektor rumah adat, harganya sangat mahal, Rp 500 juta - Rp 750 juta per unit. "Itu karena sudah langka. Sekarang yang ada, stok buatan baru dengan harga sekitar Rp 500 juta lengkap." Rumah adat Kudus sekarang banyak dipajang di Jakarta dan Yogyakarta baik secara utuh maupun sebagian. Karena kesulitan mencari yang asli, ucap M Djali, peminat banyak yang pesan buatan baru dengan bahan kayu jati pilihan.(P7-17j) | |||||