
| Senin, 12 Agustus 2002 | Jawa Tengah - Pantura |
Ayam Panggang Jaya Sari Langganan Artis
MAU menikmati ayam panggang dengan rasa kombinasi pedas dan manis sekaligus asin? Ada lokasi yang sangat tepat. Meskipun dijajakan di rumah makan namun harganya masih terjangkau. Mengapa? Karena dengan harga Rp 10.000 kita sudah bisa menyantap lezatnya ayam panggang lengkap dengan minum teh manis. Silakan Anda mencicipi ayam panggang di RM Jaya Sari di jalan raya pantai utara (pantura) Tegalsari, Batang. "Ini resep perpaduan pedas dari Palembang, manis dari Klaten dan rasa asin bumbu asli Batang," ujar Ernawati Yuniwati, pemilik rumah makan didampingi suaminya Dasamuka SE. Dia mengaku sengaja mencampur bumbu dari ketiga kota itu, sehingga menjadi trade mark RM Jaya Sari. "Palembang itu kelahiran saya, Klaten pertama kali mengenal ayam panggang dan Batang tempat asal suami sekaligus kami membuka usaha ini." Karena perpaduan ketiga bumbu ini sehingga menjadikan ciri khas ayam panggang masakannya. Untuk membuat ayam panggang itu, satu ekor ayam kampung dibagi menjadi empat. Cakar dan kepala dibuang. Selanjutnya bagian itu dibuat untuk kaldu soto. Diungkep Setelah dipotong kemudian dimasak (ungkep) selama dua jam. Bumbu-bumbu seperti bawang merah/putih, asem, jahe, kunyit ditumbuk dan dimasukkan. Selang beberapa saat ditambah santan. Kalau airnya tinggal sedikit ditambah lagi dengan santal kental. Dengan cara itu, daging ayam akan menjadi empuk. Selain itu bumbu-bumbu sudah meresap dalam daging sehingga rasanya sedap. "Setelah itu tinggal memanggangnya." Ayam panggang masakannya itu dirasakan pengunjung memang lain dengan biasanya, karena memiliki tiga rasa manis, asin, dan pedas. "Kalau di rumah makan biasanya hanya merasakan yang manis saja. Namun kali ini kami menikmati rasa lain ayam panggang," ujar Wahyu Aji. Menurut pengusaha perikanan dari Cirebon, sengaja memilih sarapan dengan ayam panggang di RM Jaya Sari karena sudah cocok. Untuk itu, setiap berangkat menuju Tuban dia memilih istirahat untuk sarapan di Batang. "Lidah rasanya mau makan terus kalau sudah menyantap ayam panggang di RM Jaya Sari. Yang kami rasakan khas di sini ada rasa pedas, manis, sekaligus asinnya juga terasa." Menurut Ny Ernawati, setiap hari paling tidak harus menyiapkan 100 ayam untuk dipotong. Langganannya bermacam-macam mulai dari pelancong atau yang asli dari Batang. Bahkan, artis-artis ibukota pun banyak yang sering mampir di rumah makan miliknya. Seperti Titik Puspa, Koes Hendratmo, Betharia Sonata, Yulia Yasmin dan Yuni Shara. "Pada awalnya mereka sarapan pada waktu pentas di Pekalongan. Namun, setelah itu ada kelanjutan kalau pas mereka naik mobil lewat Batang pasti mampir di RM Jaya Sari. Bahkan mereka juga pesan untuk dibungkuskan," papar dia. Selain ayam panggang, juga ada sup iga, gurami panggang dan soto. Sama seperti ayam panggang, masakan itu kebanyakan dengan bumbu Palembang yang dipadukan dengan bumbu asli Batang. (Arif Suryoto-74) | |||||