logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 12 Agustus 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Mampu Wayangan, Malas Bayar Pajak

SLAWI- Kepala Dipenda Kabupaten Tegal Drs Suwenda Achmadi kemarin mengemukakan, pihaknya terus berusaha menggenjot penarikan pajak bumi dan bangunan (PBB) 2002.

Hingga kini PBB yang masuk baru sekitar 30% dari target lebih Rp 6 miliar. Tunggakan PBB tahun lalu sekitar Rp 2 miliar belum dibayar. Dia heran dengan perilaku warga, sebab ada desa di Kecamatan Jatinegara mampu mengadakan pesta desa dengan nanggap wayang dan menghabiskan dana Rp 32 juta, namun target PBB yang hanya Rp 12 juta belum terlunasi.

Suwenda mengakui pihaknya kini telah menyurati camat dan kades agar PBB harus lunas pada Oktober. Karena tanggapan belum menggembirakan, dia juga harus memberi penyuluhan ke desa-desa.

Ketika mampir di sebuah desa di Kecamatan Adiwerna dia kaget. Sebab untuk memperingati HUT Ke-57 RI pada 17 Agustus nanti, desa itu akan menggelar hiburan wayang dan dangdut tiga hari. "Padahal PBB yang terbayar baru satu persen."

Dia memaklumi, pembayaran pajak tersendat karena kini sedang ramai-ramainya orang berhajat. Bahkan para perangkat desa terkadang pusing harus menyumbang pengundang. Pada saat seperti itulah, terkadang perangkat desa diuji imannya dalam menyimpan uang PBB.

Dia mengakui para pamong banyak yang malas menagih warga untuk melunasi PBB. Itu karena banyak dari mereka tidak memiliki tanah bengkok.

Suwenda mengungkapkan, para camat kini juga tertantang dengan pelunasan tunggakan PBB sekitar Rp 2 miliar. Hal itu lantaran mereka juga harus meminta penunggak untuk melunasi PBB 2002.

Karena tugas berat tersebut, camat meminta agar penunggak PBB 2001 tak usah dikenai denda. Dia menekankan, penunggak dikenai denda 2%. (aj-70j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA