logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 12 Juli 2002 Surat Pembaca  
Line

Sekolah Negeri Terima Siswa Baru Semaunya

Kita sadari bersama layanan pendidikan bagi masyarakat maju sudah menjadi kebutuhan utama. PSB dan susunan kelas sejak dahulu sudah ada aturannya.

Jumlah klas I (PSB) diatur menurut Tipe Sekolah (A - B - C) atau (12 - 8 - 4 klas I). Tipe sekolah itu mencerminkan 3 M atau sarana/prasarana - guru - dana operasionalnya.

Sekarang ini ada sekolah negeri yang menerima siswa semaunya sendiri, asal bisa menampung dan berusaha membangun ruang baru, bahkan sudah menyatakan ingin menyewa tempat lain.

PSB yang liberal, mengabaikan aturan main itu dapat merugikan masyarakat tertentu, sekolah negeri pinggiran dan terutama sekolah swasta yang masih lemah.

Dalam hal ini, mohon pihak berwenang dan terkait mengambil tindakan penertiban dan berpihak kepada yang lemah. Kelalaian kita terhadap pendidikan bahayanya melebihi demo liar, penjarahan, terorisme dan bahkan separatisme sebagai puncak kesenjangan.

DPD Appidi Prov Jateng
Ketua
Dr H Suratno Dhs MM

***

Israel Menyusup ke "Badan" Dunia

Menanggapi tulisan P Sadino 19 Mei, saya sependapat dengan tulisan Dishinta 22 Mei. Menurut saya adalah lelucon bahwa perang Israel terus berlanjut karena Yahudi menganut Taurat Musa.

Taurat Musa adalah kitab suci, sama mulianya seperti Injil dan Alquran. Jika Yesus AS yang lahir untuk kalangan Bani Israil mengajarkan cinta kasih, begitu juga Musa AS yang diutus di kalangan Bani Israil.

Taurat adalah juga ajaran cinta kasih dan Taurat bukan suatu kesalahan. Jika Yahudi mengamalkan Taurat Musa, justru tidak mungkin mereka tega melakukan makar terhadap Isa AS dan berencana membunuh dan menyalib Isa.

Sesungguhnya Yahudi adalah bangsa biadab, menyukai intrik, konflik, spionase, dusta, dan hanya sedikit di antara mereka yang beriman.

Yahudi dengan kerajaannya di Amerika bagaikan dajal bermata satu yang menggenggam dunia dan menyebar fitnah di muka bumi.

Sangat bodoh jika kita tidak bisa melihat bahwa meskipun mayoritas Amerika penganut Nasrani, tapi Yahudi dalang yang mengendalikan Amerika.

Kekuasaan, kebohongan dan kesombongan Yahudi (Amerika) pada dunia mengingatkan saya pada sebuah dialog film No body can do this to America. Waspadalah Indonesia karena bagaimanapun Yahudi terus berjalan di perut bumi dan menyusup ke "badan" dunia.

Lina
Potroyudan Rt 11/Rw 2 Jepara

***

Jiplakan, Bajakan Apa Bedanya

Akhir-akhir ini masyarakat khususnya para remaja mulai menyoroti secara tajam tentang jiplakan Meteor Garden yang sedang booming. Film ini nampak begitu jelas dijiplak menjadi Siapa takut jatuh cinta.

Padahal masalah ini sudah teramat sering terjadi di Indonesia sejak beberapa waktu silam, baik itu jiplakan berupa cerita sinetron, film atau lagu yang dibuat dalam berbagai versi (Suara Merdeka 19 Mei telah mengulasnya).

Sebagai masyarakat biasa, saya ingin bertanya bagaimana perlakuan hukum Indonesia tentang hal ini. Apakah sah-sah saja.

Hal yang sangat membingungkan saya adanya razia VCD bajakan yang akhir-akhir ini semakin giat diadakan. Para pelakunya hanyalah wong cilik yang berusaha menyambung hidup dengan berdagang VCD bajakan.

Memang menurut hukum, hal ini suatu pelanggaran hak cipta atau hasil karya karena VCD bajakan adalah tidak legal alias tanpa izin resmi secara hukum.

Lalu bagaimana dengan jiplakan sinetron, di mana pelaku usaha merupakan (business man) suatu production house yang dapat dikatakan cukup bermodal besar.

Apakah mereka tidak dapat dikatakan melanggar hukum. Apakah jiplakan memiliki izin adopsi cerita yang legal secara hukum dari pembuatan aslinya.

Mengapa hukum tidak jelas tentang hal-hal semacam ini. Apa bedanya menjual VCD bajakan dengan menjual cerita jiplakan.

Banyak sekali lagu-lagu yang beredar di Indonesia yang hanya tinggal mengalihbahasakan saja tanpa perlu susah-susah membuat melodi/irama baru, cukup ganti kata-kata (bahasa) saja.

Seniman Indonesia (dalam kasus ini bukan semua) tidak kreatif, tidak profesional. Bahkan tanpa diprovokasi pun, masyarakat khususnya remaja mulai mengkritik keadaan ini, kita mungkin baru menyadarinya sekarang.

Apakah ada yang mau memberikan jawaban, komentar/opini tentang berbagai pertanyaan yang membingungkan saya ini.

Lea Marent
Pancakarya, Semarang

***

Kliping Iptek

Salah satu hobi saya mengoleksi kliping yang berhubungan dengan iptek. Kliping ini saya ambil dari majalah dan surat kabar dan sebagian besar dari Suara Merdeka.

Kini jumlahnya sudah menumpuk menjadi 3 jilid dan lumayan tebal. Dengan kliping ini, saya berharap akan terus menambah pengetahuan tentang dunia Iptek yang serba dinamis.

Melalui kolom ini, saya berkeinginan membantu dengan cuma-cuma kepada rekan yang membutuhkan kliping dalam bentuk kopian tentang dunia iptek, misal untuk bahan penelitian, materi seminar atau hanya sekadar menambah wawasan.

Apabila ada yang tertarik bisa kirim surat ke saya. Bagi rekan-rekan yang hobinya sama dengan saya, bisa bertukar kliping atau pengalaman.

Aries Koentoro
Jl dr Sutomo Gang II/23
Majenang, Cilacap

***

Luxindo Tak Bertanggung Jawab

Desember lalu keluarga kami kedatangan dua sales dari PT Luxindo Raya untuk demo mesin cuci. Melihat cara kerja mesin yang begitu prima, kami pun merasa tertarik, meskipun ragu karena harganya yang relatif tinggi.

Mereka memberi alternatif, boleh membayar uang muka Rp 200 ribu dan kekurangannya dapat diangsur tiap bulan. Bila transaksi batal, uang muka bisa diambil kembali utuh.

Dengan pertimbangan tersebut, bapak kami menyerahkan uang Rp 200 ribu plus fotokopi KTP (kuitansi terlampir). Januari 2002, sebagai tindak lanjut dua sales tersebut datang lagi.

Karena satu dan lain hal, kami sepakat membatalkan order, dan meminta kembali uang mukanya. Tapi mereka melimpahkan urusan ini kepada bapak kami untuk menyelesaikannya sendiri di Semarang.

Kami mencoba beberapa kali menghubungi distributor baik yang di Kudus maupun Semarang, tapi tidak pernah mendapatkan jawaban. Uang Rp 200 ribu nominalnya memang kecil tapi bagi kami nilainya begitu berarti.

Bagaimana tanggapan Luxindo.

Ristianna K SE
Pasuruan Lor 959 A Kudus


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA