logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 12 Juli 2002 Sala  
Line

Diragukan, 78Persen Warga Ngemplak Gabung ke Solo

BOYOLALI - Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD Boyolali Handono PN Putro meragukan hasil jajak pendapat Forum Masyarakat Ngemplak Bersatu (FNMB) yang menyebutkan 78% warga 12 desa di Kecamatan Ngemplak setuju bergabung ke Solo.

Sebab, sejauh ini belum ada pengurus partainya dari tingkat kecamatan sampai desa yang menyampaikan aspirasi ingin bergabung ke Solo. ''Jadi, saya masih meragukan jajak pendapat tersebut,'' tandasnya, kemarin.

Sebagaimana diberitakan, hasil polling pada 12 desa di Kecamatan Ngemplak menunjukkan 78% warga setuju bergabung ke Solo dan ingin membangun Kecamatan Ngemplak sebagai Boyolali Baru. Lalu, 14% tidak setuju dan 8% yang lain tidak tahu. Angket yang disebarkan pada 12 desa sebanyak 1.200 lebih lembar dan yang dikembalikan 863 lembar. ''Jadi, lebih dari dua pertiga yang mengisi angket setuju bergabung ke Solo,'' kata Koordinator FNMB Ari Yudhianto SH (Suara Merdeka, 9/7).

Handono mengatakan, pada Pemilu 1999 suara PDI-P di Kecamatan Ngemplak lebih dari 50%. Karena itu, partai tersebut mempunyai suara signifikan menentukan bergabung atau tidaknya warga Kecamatan Ngemplak. Jika partai yang mempunyai suara signifikan belum pernah menyampaikan aspirasi ingin bergabung, hasil jajak pendapat itu patut dipertanyakan.

Wacana

Selain itu, proses pelepasan kecamatan untuk bergabung ke kabupaten/kota lain tidak mudah seperti yang dibayangkan. Hal tersebut harus mendapat persetujuan dari pemerintah pusat dan belum tentu kabupaten/kota yang ingin diikuti setuju. Sebab, hal itu bisa menambah beban.

Namun, dia tidak menyalahkan elemen masyarakat yang menyelenggarakan polling. Wacana ingin bergabung ke daerah lain sah-sah saja. (shj-14e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA