logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 12 Juli 2002 Berita Utama  
Line

Angkutan Mogok Diwarnai Tembakan

  • Kru Bus Mini Engkel Dianiaya
DEMO ANGKOT: Puluhan sopir melakukan unjuk rasa dengan memarkir kendaraannya di Jl Setiabudi, tepatnya di dekat mulut tol Srondol. Sedangkan penumpang bus diturunkan di JL Setiabudi, dekat Swalayan ADA, mereka bingung mencari angkutan pengganti. (kanan bawah). Aksi mogok dijaga ketat petugas Kepolisian. (kiri bawah). (Foto: Suara Merdeka/D5-45)

SEMARANG- Bus mini ban dobel jurusan Ambarawa - Semarang kembali melakukan unjuk rasa, Kamis (11/7). Aksi tersebut sempat mengakibatkan penumpang terlantar, karena pada saat bersamaan angkutan kota jenis mikrolet jurusan Rejomulyo-Banyumanik juga melakukan aksi serupa.

Aksi unjuk rasa awak bus dimulai sekitar pukul 07.00. Mereka menghentikan kendaraan di dekat sub Terminal Banyumanik. Agar tidak menyebabkan kemacetan, petugas kemudian meminta awak bus memarkir kendaraan di mulut Jalan Tol Srondol.

Pada saat bersamaan, sekitar 230 awak mikrolet juga menggelar aksi serupa. Suparno (30), awak mikrolet menuturkan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap bus ban dobel. Menurut dia, awak mikrolet ikut dirugikan akibat masuknya bus-bus engkel ke dalam kota.

''Kami dalam sehari bisa rugi sampai Rp 30.000,'' kata dia.

Puluhan mikrolet tampak diparkir di sebelah barat daya jalan tol. Para pengemudi dan kernetnya nongkrong di tepi Jalan dr Setiabudi.

Tembakan Peringatan

Insiden sempat terjadi ketika sebuah bus engkel melalui tempat itu. Para awak mikrolet yang ada di tempat itu langsung mencegat bus tersebut. Mereka menarik seorang awak bus dan langsung memukulinya. Korban yang petang kemarin belum diketahui identitasnya tersebut, langsung lari. Dia masuk ke angkutan ranting warna kuning yang kebetulan akan menurunkan penumpang.

Massa tampaknya sudah benar-benar marah. Mereka tetap mengejar dan memukuli korban yang sudah berada di dalam angkutan ranting itu. Tentu saja, sejumlah penumpang yang berada di dalamnya berhamburan keluar.

Petugas Unit Perintis Sabhara yang berada di lokasi tersebut berusaha melerai.

Namun karena massa terus melakukan pemukulan, petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Mendengar suara tembakan itu, massa langsung bubar.

Akibat aksi tersebut, banyak penumpang telantar. Apalagi saat itu hanya bus kota Damri saja yang berani beroperasi. Ratusan calon penumpang harus menunggu lama. Sebagian kemudian diangkut menggunakan truk militer.

Sekitar pukul 10.00 awak bus meninggalkan lokasi menuju ke Dinas LLAJ Jateng. Beberapa menit kemudian, awak mikrolet menyusul turun.

Mereka bermaksud menuju ke DPRD Kota untuk menyampaikan aspirasi.

Namun, sesampai di DPRD Kota, mereka batal menyampaikan aspirasi.

''Kami menyusul para awak bus ban dobel yang berada di DLLAJ Jateng,'' kata seorang awak mikrolet.(G6,G3,G7-71)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA