
| Jumat, 12 Juli 2002 | Jawa Tengah - Muria |
PDAM Tutup Aliran Sejumlah Pelanggan
BLORA - Musim kemarau tahun ini selain mengakibatkan warga ratusan desa di Blora kesulitan air, juga membuat PADAM kelabakan. Pasalnya, persedian air baku yang ada semakin menipis, sehingga dengan terpaksa aliran air ke sejumlah pelanggan di wilayah Blora Kota mulai kemarin ditutup. Pj Dirut PDAM Drs Sugiyo ketika dikonfirmasi membenarkan tentang mulai menipisnya air baku yang selama ini diolah perusahaan itu. ''Memang benar air baku di tiga tempat, yakni di Ngampel, Tempuran dan di Kajar berkurang drastis,'' jelasnya kepada Suara Merdeka, kemarin. Karena kondisi demikian, lanjut dia, dengan sangat terpaksa mulai kemarin aliran air ke sejumlah pelanggan yang ada di Blora Kota ditutup. Sebagai ganti pelayanan, PDAM akan mengedrop air ke para pelanggan dengan tangki dua hari sekali. Penutupan aliran air itu berlaku untuk pelanggan di Kelurahan Bangkle, Jl Mr Iskandar bagian selatan, Jl Gatoto Subroto, Jl Cendana, dan di Jl Pringgading. Dikatakan, untuk persediaan air baku di Ngampel, masih bisa diambil 20 liter/detik. Namun, karena genset hanya satu pengambilan air hanya bisa dilakukan mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 21.00. Siang Hari Untuk air baku di Kajar, saat ini masih bisa 5 liter/detik. Adapun di Waduk Tempuran karena ketinggian air di dekat pompa tinggal 0,5 meter, terpaksa PDAM hanya bisa mengambil air dari waduk itu 5 liter/detik. ''Itu pun kami hanya berani operasi pada siang hari. Kalau malam hari terpaksa dihentikan karena takut menyedot lumpur,'' ujar Sugiyono. Mengingat tahun ini sudah ada dana dari APBD untuk penyambungan listrik di Ngampel, dia berharap secepatnya bisa terwujud. Jika dana itu cair dan listrik dari PLN sudah teralisasi, tentu bisa mengoptimalkan pengolahana air di Ngampel. Mengenai pengiriman air yang dilakukan Pemkab ke desa-desa, dia menyebutkan, tangki bisa menggunakan mobil Pemkab, sedangkan airnya disarankan mengambil di luar. Pemkab kemarin mengadakan rapat koordinasi mengantisipasi kekeringan yang diikuti semua camat dan dinas instansi terkait. Rapat dipimpin Asisten II Drs Sri Hartadi. Data terakhir yang ada di Bagian Sosial, jumlah desa di Blora yang sudah mengajukan permintaan air ke Pemkab 120 yang tersebar di 15 kecamatan. Hingga kemarin Pemkab terus melakukan suplai ke desa-desa secara bergiliran. (ud-17k) |