
| Jumat, 12 Juli 2002 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Pamrih Ditembak setelah NikahTEMANGGUNG - Pamrih (22) benar-benar sial. Usai melaksanakan pernikahan dengan gadis pilihannya, laki-laki warga Rejosari, Kecamatan Pringsurat, Temanggung itu tersungkur setelah kedua kakinya diterjang peluru polisi, baru-baru ini. Peristiwa terjadi setelah dia diduga terlibat pencurian empat buah as roda bus milik PO Sumber Lancar. Polisi yang menyelidiki kasus itu mencurigai Pamrih sebagai pelakunya. Atas dasar penyelidikan itu, polisi langsung memburunya. Kebetulan, dia tengah melaksanakan pernikahan di rumah mempelai wanitanya, sehingga upaya penangkapan tidak mengalami kesulitan. Tetapi karena polisi menangkap gelagat dia mencoba kabur, akhirnya acara pernikahan dipindahkan ke kantor Polsek Pringsurat. Usai upacara pernikahan yang hanya dihadiri anggota keluarganya itu, Pamrih langsung diperiksa. Sedangkan mempelai wanita beserta keluarga dan penghulu pulang ke rumah masing-masing. Berusaha Kabur Kepada penyidik dia mengakui perbuatannya mencuri empat buah as roda bus Sumber Lancar di garasi. Perbuatan itu dilakukan bersama rekannya, Joko Susilo (19). Pencurian dilakukan pada malam hari sekitar pukul 24.00, saat penjaga garasi sudah tidur. Barang-barang curian itu oleh tersangka disembunyikan di sebuah warung kosong tidak jauh dari garasi perusahaan bus itu. Dia juga membawa peralatan bengkel. Atas keterangan itu, tersangka diminta menunjukkan barang bukti yang belum dijualnya. Tetapi dalam perjalanan, dia berusaha kabur. Tembakan peringatan petugas ternyata tak digubris. Akhirnya polisi mengarahkan tembakannya ke kedua kaki tersangka. Kapolsek Pringsurat Iptu Suwarto SH ketika dihubungi membenarkan adanya kasus tersebut. Berdasarkan catatannya, tersangka adalah residivis yang beberapa kali berurusan dengan polisi. Dia sering mencuri barang-barang elektronik dan sepeda motor, sehingga membuat warga sekitar resah. "Akibat pencurian tersebut, PO Sumber Lancar mengalami kerugian Rp 3 juta. Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan," kata Kapolsek. (nt-56k) |