
| Jumat, 12 Juli 2002 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Listrik Mikrohidro Bisa DikembangkanYOGYAKARTA - Krisis listrik yang akan terjadi di Indonesia, sudah disinyalir oleh banyak ahli. Penyelesaian masalah tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan berbagai macam sumber energi alternatif. Untuk kondisi Indonesia, sumber energi dari pembangkit listrik mikrohidro dirasa masih mungkin untuk dikembangkan, mengingat Indonesia punya miliaran sungai besar maupun kecil yang layak untuk pengembangan mikrohidro. "Di samping itu, investasi untuk mikrohidro relatif terjangkau oleh kelompok masyarakat, Pemda, perusahaan maupun oleh perorangan," ujar pengelola Magister Sistem Teknik Konsentrasi Mikrohidro FT UGM Yogyakarta, Dr Ing Ir Agus Maryono. Berdasarkan hal tersebut, Fakultas Teknik UGM bekerja sama dengan Pemda-pemda seluruh Indonesia dan Direktur Menengah Kejuruan mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan pendidikan S-2 bidang Mikrohidro, dengan sistem perkuliahan yang menggunakan sistem internasional, merupakan satu-satunya sistem baru yang ada di UGM. Dalam sistem ini mahasiswa S-2 disediakan common room dan computer room yang dapat digunakan sebagai tempat kegiatan perkuliahan, mengerjakan tugas, chating internet, email, IRC dan segala bentuk pencarian informasi dari dalam dan luar negeri menggunakan komputer selama jam kerja penuh. Teknik Sipil Latar belakang mahasiswa adalah yaitu Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro, mereka membentuk satu kelompok berdasarkan asal daerah masing-masing. Selama mengikuti program S-2 Mikrohidro, mahasiswa secara berkelompok memulai dengan mengenal teori-teori dasar sistem teknik dan sistem teknik mikrohidro secara menyeluruh. Perencanaan ini pada tahab akhir studi akan dilengkapi dengan detail teknis perencanaan dan biaya, rencana investasi dan rencana implementasi di daerah masing-masing. Sebagai tesis akhir, mahasiswa diharapkan mengambil topik mikrohidro dengan pendalaman teoritis sesuai latar belakang masing-masing. Kaitannya dengan krisis energi yang sekarang sudah mulai dirasakan di kota-kota di luar Jawa, menurut Agus Maryono lulusan S-2 Mikrohidro ini, (diperkirakan awal tahun 2004) dapat mengimplementasikan ilmunya secara langsung di daerah-daerah dengan membangun mikrohidro-mikrohidro sekala kecil dan menengah. (P12-56) |