logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 12 Juli 2002 Budaya  
Line

Pameran Patung Etnis

PATUNG etnis nusantara memiliki karakteristik yang mengungkap peradaban sebuah komunitas tertentu. Untuk menikmati karya seni ukir itu butuh pengetahuan khusus.

Kepala Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah Ronggowarsita Drs Agus Dono Karmadi mengatakan hal itu di tengah persiapan pameran bersama 19 museum negeri di Indonesia di Museum Ranggawarsita, kemarin.

Pameran Nuansa Patung Nusantara 2002 Putaran VI yang akan berlangsung sampai sampai Selasa (23/7) itu bertema "Menapak Jejak Tradisi Megalitik Masa Lampau, Menumbuhkan Semangat Kesatuan Budaya". Ratusan patung etnis nusantara digelar di auditorium Museum Negeri Jawa Tengah Ronggowarsito, Jl Abdulrahman Saleh Nomor 1 Semarang.

"Kami berharap masyarakat umum, siswa, mahasiswa, serta pencinta seni dan budaya dapat menikmati pameran patung etnis kali ini," katanya.

Ketua Panitia Pameran Sri Sumartiningsih SH menambahkan, dalam pameran nanti ditampilkan koleksi Pameran Patung Etnis Putaran V 2001 yang diselenggarakan di Museum Negeri Provinsi Nusa Tengggara Barat tahun lalu ditambah materi koleksi patung-patung terbaru dan beberapa foto pendukung.

Sesuai dengan tujuan awal membuat patung yaitu sarana pemujaan roh, lanjut Sumartiningsih, patung yang ditampilkan adalah perwakilan patung-patung tradisional. Di negara Barat, kreasi ukir semacam itu disebut seni primitif.

"Patung-patung semacam itu hanya dibuat oleh masyarakat yang belum mendapat pengaruh dari luar seperti masyarakat Asmat di Papua."(sug-75)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA