
| Jumat, 12 Juli 2002 | Budaya |
Belasan Orang Luka
BELASAN orang pingsan dan luka-luka setelah sekitar 30.000 penonton berdesak-desakan menyaksikan pentas Jamrud di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (10/7) malam. Sebagian penonton berjubel di pintu utama, pintu selatan, dan pintu utara tribune tertutup. Di antara mereka ada yang berulah, merusak pintu masuk dan memecah pintu kaca stadion. Begitu Krisyanto, vokalis Jamrud, membawakan lagu kedua, semua pintu stadion dibuka. Penonton berhamburan masuk. Akibatnya Aris, warga Piyungan, Bantul, mengalami luka serius karena terinjak-injak penonton. Belasan penonton yang pingsan dan luka-luka langsung ditangani PMI Kota Madya Yogyakarta. Menurut keterangan Eko, petugas PMI, mereka pingsan rata-rata karena berdesak-desakkan dan kehausan. Meski demikian, secara keseluruhan, situasi keamanan terkendali sampai pertunjukan berakhir pukul 23.00. "Walaupun penonton membeludak, pentas berjalan aman dan sukses," kata Kasat Serse Poltabes Komisaris Polisi Richard M Nainggolan MM MBA. "Menggila" Seperti di kota-kota lain, Jamrud membawakan sekitar 20 lagu, diawali lagu "Aku Ingin Kawin". Hampir seluruh jamers ikut bernyanyi sambil berjingkrak-jingkrak. Begitupun ketika Krisyanto melantunkan lagu-lagu yang lain semacam "Otak Kotor" dan "Telat Tiga Bulan". Pertunjukan makin indah ketika Naomi Radom, bintang tamu asal Australia, memainkan biola dalam lagu "Pelangi di Matamu". Sambutan hangat penonton membuat Jamrud tampil lebih bersemangat. Krisyanto "menggila", Herman kian variatif menggebuk drum, Aziz dan Ricky pun tak ketinggalan mempertontonkan kepiawaiaan mereka memainkan gitar dan bas. Log Zhelebour mengatakan, dari 17 pentas Jamrud di antara 50 pentas yang direncanakan, untuk sementara pentas di Yogyakarta yang paling sukses, baik dari segi pertunjukan maupun penonton. "Tiket yang saya persiapkan, 8.000, habis terjual. Sedangkan jumlah penonton yang terpantau sekitar 30.000. Ini pengalaman baik bagi saya," katanya. (Sugiarto-75) |